Sosialisasi KTP/A dan TPPO

Hadiri Sosialisasi KTP/A dan TPPO, IPDA Fiqih: Upaya Perlindungan Khusus Terhadap Perempuan dan Anak

Hadiri Sosialisasi KTP/A dan TPPO, IPDA Fiqih: Upaya Perlindungan Khusus Terhadap Perempuan dan Anak

Kapolsek Sabak Auh dengan Pihak terkait dan Seluruh Peserta Penyuluhan.

SIAK, AKTUALDETIK.COM - Kapolsek Sabak Auh menghadiri Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KTP/A), dan Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) di Aula Kantor Camat Sabak Auh, Kamis, 17 November 2022

Kegiatan Sosialisasi tersebut disampaikan langsung oleh tim  DPPPAPPKB Kab. Siak dan Kapolsek Sabak Auh, IPDA Fiqih Panji Ramdhan, S.Tr.k yang dihadiri kurang lebih 60 orang peserta yaitu:
1. Camat Sabak Auh Mohamad Thoha, S.Sos, M.Si
2. Kanit PPA Polres Siak IPDA Eunike Sabrina Damanik, S.Tr.K, MH
3. PS. Kanit Reskrim Polsek Sabak Auh, Bripka Suryadi Putra, S.H
4. Sekcam Sabak Auh H.M.Sidik, S.Ag, M.Si
5. Kabid Pemberdayaan Perempuan Kab. Siak ibu Ratna Wilis, M.Si.I
6. UPT P2. TP2A Prov Riau ibu Sri Wahyuni, S.ST, M.si
7. Korwilcam Sabak Auh Hj. Adlina Sari, S.Pd, M.Si
8. Kapus Kec. Sabak Auh Misnawati, SKM
9. KUA Sabak Auh Drs. Diran OS
10. Ketua MUI Kec. Sabak Auh Ahmad Nahrowi
11. Penghulu Kampung Se Kec. Sabak Auh
12. Perwakilan Perangkat Kampung Se Kec. Sabak Auh
13. Para Tokoh Masyarakat

IPDA Fiqih menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah upaya yang ditujukan untuk melindungi perempuan dan anak serta memberikan rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya dengan memberikan perhatian yang konsisten dan sistematis yang ditujukan untuk mencapai kesetaraan gender seperti berkurangnya kasus kekerasan terhadap perempuan, meningkatnya kualitas penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan, berkurangnya kasus kekerasan terhadap anak, serta Meningkatnya kualitas layanan perlindungan khusus kepada anak.

"Ini adalah upaya kami dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak dengan memberikan perhatian dan perlindungan khusus kepada mereka agar berkurangnya kasus kekerasan pada perempuan dan anak, serta kasus Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO), yg kebanyakan korbannya adalah perempuan dan anak." Terang IPDA Fiqih saat di wawancarai awak media.

Selain itu IPDA Fiqih menambah bahwa kegiatan kekerasan terhadap perempuan dapat memiliki dampak psikologis yang buruk seperti trauma, reaksi fisik, keinginan bunuh diri, dan berbagai reaksi negatif lainnya dan perlu butuh waktu yang lama untuk memulihkan si korban tersebut, sayangnya kekerasan terhadap perempuan baik secara verbal, seksual, maupun fisik penyembuhannya tak semudah luka akibat cedera bukan hanya fisik, tapi kehidupan psikologisnya juga menjadi taruhan.

"Maka dari itu upaya pencegahan ini akan terus kami lakukan secara optimal dan berkelanjutan, harapan kami upaya ini dapat menekan atau bahkan meniadakan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak ataupun Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO). Harapnya.

Penulis: Rifky Rizal Zaman, S.H

Komentar Via Facebook :