LP - KPK Dukung Kejari Kuansing

LP-KPK: Kejari Kuansing Harus Tegas Tindak Korupsi, Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Kasus IGD

LP-KPK: Kejari Kuansing Harus Tegas Tindak Korupsi, Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Kasus IGD

Foto: Foto Ketua Harian Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah Dan Keadilan (LP-KPK) Riau, Feri Sibarani, S.H dan Kajari Kuantan Singingi, Nurhadi Puspandoyo

PEKANBARU AKTUALDETIK.COM - Ketua Harian Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP - KPK) Komisi Daerah Riau, Feri Sibarani, S.H, menyerukan kepada Kejari Kuansing, agar penyidik di pidsus segera tetapkan tersangka pada dugaan korupsi proyek IGD RSUD Kuansing. Senin, 26/09/2022.

Sebagaimana diketahui, kasus yang bermula dari proyek yang tidak diselesaikan tersebut berakhir pada laporan di Kejari Kuansing tahun 2020.  Kabarnya, PPTK Proyek IGD RSUD Kuansing itu, dijabat oleh Aswandi, yang saat ini sedang menjabat sebagai sekretaris Dinkes Kuansing. 

Berdasarkan informasi, pembangunan gedung IGD RSUD Teluk Kuantan dilakukan pada tahun 2019 melalui anggaran DAK sebesar Rp 7,4 miliar. Rehabilitasi gedung IGD dilakukan oleh PT Andika Utama dengan nilai kontrak Rp 7,2 Miliar.

Dalam pelaksanaannya, PT Andika Utama tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Bahkan, setelah diperpanjang 50 hari kalender, rekanan hanya mampu mengerjakan 91 persen.

,"Sudah diproses dan sudah masuk tahap penyidikan, namun belum ditetapkan tersangkanya," Sebut Kajari Kuansing, Nurhadi Puspandoyo, baru-baru ini.

Hal ini pun langsung di respon Ketua Harian Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP - KPK), Feri Sibarani, S.H, di Pekanbaru. Menurutnya apa yang disampaikan oleh Kajari Kuansing, Nurhadi Puspandoyo, sudah merupakan alasan klasik dalam kejaksaan jika menyidik oknum pejabat di pemerintahan. Dan itu disebutnya melukai hati masyarakat.

,"Masyakarat selalu dipertontonkan model macam ini. Harusnya pak Kajari Kuansing berangkat dari filosofi dalam hukum itu sendiri, bahwa harus mengacu pada kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan. Dan Kajagung RI, Bapak Burhanuddin, saya kira sangat sering bicara soal kepastian hukum dan penindakan yang tegas terhadap korupsi, tapi ada apa, sudah 2 tahun lebih, kasi IGD RSUD Kuansing belum ada tersangka? ," Ujarnya.

Menurutnya terkait proses hukum kasus IGD RSUD Kuansing jangan dibuat lama, sebab delik materilnya sudah jelas, adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan yang dilakukan oleh pihak pelaksana kegiatan maupun PPTK selaku yang bertanggung jawab dan mengetahui kegiatan itu, sehingga menurut Feri, kasus itu sudah cukup jelas.

,"Diamana kesulitan kasus itu? Saya melihat tidak sulit, sesuai dengan KUHAP dan UU Tipikor itu sudah sah, sebagai perbuatan melanggar hukum, dan terbukti sudah masuk penyidikan, lalu dimana sulitnya menetapkan tersangka? Ini kan jadi aneh, ada perbuatan melanggar (unsur materil) namun tidak ada pelaku, kan jadi pertanyaan," lanjut Feri Sibarani.

Dilanjutkan Feri Sibarani, agar menghindari asumsi negatif masyakarat terhadap lembaga Kejaksaan Negeri Kuansing, diminta Kajari Kuansing, Nurhadi Puspandoyo segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi IGD RSUD Kuansing, yang melibatkan nama Aswandi, selaku PPTK.

(IS)

Kepada Seluruh Masyarakat di Tanah Air, Jika Ada Informasi, Dan Menemukan Kejadian/Peristiwa Penting, Atau Pelanggaran Hukum, Baik Oleh warga atau Pejabat Pemerintah/Lembaga/Penegak Hukum, Silahkan mengirimkan informasi, berupa Narasi/tulisan, Rekaman Video/Suara, ke No telepon/WA: 0853-6381-4752 - Email: Aktualdetik19@gmail.com.

Jangan Lupa Mengirim Indensitas Lengkap, Kami menjamin kerahasiaan Identitas Narasumber. 
 

Komentar Via Facebook :