Jaga Lembaga Kejaksaan

Jaga Martabat Lembaga, Persaja Cabang Kejari Mojokerto Polisikan Alvin Lim

Jaga Martabat Lembaga, Persaja Cabang Kejari Mojokerto Polisikan Alvin Lim

Foto: Foto Joko Sriyanto bersama kepolisian Polresta Mojokerto, berfoto bersama saat serahkan laporan terhadap oknum Advokat Alvin Lim, dengan sangkaan melanggar UU ITE

MOJOKERTO AKTUALDETIK.COM - Demi menjaga nama baik dan martabat Kejaksaan, Persatuan Jaksa (Persaja) cabang Kejari Kota Mojokerto resmi melaporkan seorang yang mengaku Advokat, Alvin Lim, ke Mapolresta Mojokerto. Jumat, 23/09/2022.

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini ada seorang oknum Advokat bernama Alvin Lim, di akun Quotient TV pada kanal YouTube miliknya, membuat narasi yang sangat berpotensi merusak citra lembaga Kejaksaan. Dalam narasinya, seakan-akan ada jaksa yang melakukan perbuatan melanggar hukum atau bertindak Keji ibarat Ferdy Sambo di tubuh Polri, dengan menyebut ada Ferdy Sambo versi Kejaksaan Agung, sehingga hal itu mendorong Persaja Cabang Kejari Mojokerto untuk melaporkan Alvin Lim.

Adapun laporan dimaksud bernomor: LP/B/184/IX/2022/SPKT/POLRES MOJOKERTO KOTA/POLDA JAWA TIMUR, hari ini, Jumat, 23 September 2022, dengan atas nama pelapor, Joko Kris Sriyanto, dengan sangkaan melanggar UU ITE.

Padahal, menurut pelapor, Joko Sriyanto, jika Alvin Lim benar-benar ingin membongkar sosok jaksa nakal atau terindikasi berbuat sebagaimana di tuduhkan itu, seharusnya dapat menempuh jalur resmi yang telah disediakan Kejaksaan, yaitu, melalui Komisi Kejaksaan. 

,"Komisi Kejaksaan merupakan lembaga non-struktural yang bertugas melakukan pengawasan, pemantauan, dan penilaian terhadap kinerja jaksa. Apabila ada jaksa nakal, masyarakat dapat melaporkannya ke Komisi Kejaksaan, bukan dengan menebarkan narasi yang tendensius dan sangat melecehkan Kejaksaan," sebut Joko.

Dalam keterangan persnya, Joko Sriyanto menjelaskan, pihaknya menilai apa yang disampaikan oleh Alvin Lim dalam siaran videonya di akun Quotient TV pada kanal YouTube miliknya, adalah tidak pantas dan dapat merusak nama baik dan martabat lembaga Kejaksaan.

"Dugaan ujaran kebencian yang disampaikan dengan narasi-narasi yang tidak mendasar tersebut sudah meresahkan keluarga Kejaksaan," Jelas Joko yang juga menjabat sebagai Kasi Barang Bukti Kejari Kota Mojokerto, pada Jumat (23/09/22). 

Terkait ujaran yang diduga disampaikan Alvin Lim tersebut, Persaja Kejari Kota Mojokerto melaporkan ke Polres dengan dugaan pelanggaran Tindak pidana. Dimana, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). 

"Sebagaimana diatur dalam pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang UU ITE, dan atau Pasal 14 ayat (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 156 KUHP," Jelas Joko. 

Diceritakan Joko, apa yang disampaikan terduga Alvin Lim tersebut cenderung memiliki maksud dan cenderung memfitnah lembaga, menggeneralisasi, sehingga meresahkan setiap orang yang berprofesi sebagai Jaksa.

"INILAH WAJAH KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA, JAKSA AGUNG ITU KALAU NGOMONG ENAK NGGAK PAKAI OTAK ASAL NGOMONG SAJA, PADAHAL MEREKA ADALAH SARANG MAFIA ATAU FERDY SAMBO VERSI KEJAKSAAN", demikian ujaran yang persoalkan Persaja Kejari Kota Mojokerto. 

Editor: Feri.S

Komentar Via Facebook :