LP-KPK Riau Sorot Oknum LSM Terduga Mafia BBM Bersubsidi di Kec.Tapung Hulu

LP-KPK Riau Sorot Oknum LSM Terduga Mafia BBM Bersubsidi di Kec.Tapung Hulu

KAMPAR, AKTUALDETIK.COM,- Viralnya pemberitaan media online dugaan keterlibatan salah seorang oknum pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) wilayah Kecamatan Tapung Hulu atas penyalahgunaan BBM bersubsidi mendapat sorotan dari aktivis Riau.

Pasalnya oknum LSM ini diduga kuat merupakan bos penyedia dana kegiatan perbuatan melawan hukum penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Menanggapi hal itu, ketua harian Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK), Komisi Daerah Riau, Feri Sibarani, S.H, angkat bicara.

" Dari informasi di Kecamatan Tapung Hulu - Kampar, adanya oknum LSM yang terlibat sebagai pemodal dalam bisnis haram BBM ilegal, maka saya dalam konteks ini sebagai pimpinan LSM LP-KPK di Riau sangat prihatin dan terpukul. Kenapa, karena LSM yang seharusnya dapat menjadi tempat pengaduan berbagai kesenjangan yang dialami masyarakat, dan berperan sebagai lembaga non pemerintah yang melakukan fungsi control, kok malah pelaku kejahatan? , " Kata Feri, Rabu (21/9/22).

Feri menambahkan, melalui pemberitaan ini pihaknya meminta kepada penyidik Kepolisian setempat berlaku adil dan tegas serta objektif.

" Saya meminta kepada penyidik kepolisian setempat, agar tegas dan adil, serta objektif dalam menyidik kasus ini. Siapapun yang terbukti terlibat melakukan kejahatan, harus siap menerima resiko hukumnya. Tidak pandang bulu, karena semua orang sama di muka hukum (Equality Before The Law), " tutur Feri tegas.

Feri Sibarani juga meminta seluruh jajaran Kepolisian di wilayah Provinsi Riau agar memberantas tindakan penimbunan, penyalahgunaan BBM bersubsidi. 

" Saya meminta seluruh Kepolisian Provinsi Riau dimanapun berada agar memberantas penimbunan penyalahgunaan BBM bersubsidi dan pengangkutan BBM ilegal yang sangat merugikan hak-hak masyarakat luas, " pintanya.

Diberitakan sebelumnya, penangkapan dua orang terduga pekerja bos mafia penyalah gunaan BBM bersubsidi jenis solar menyeret nama seorang oknum pengurus LSM Wilayah Kecamatan Tapung Hulu. Hal itu telah dibenarkan oleh pihak Kepolisian setempat.

Kronologi

Informasi penangkapan terduga pelaku penyalahgunaan BBM solar bersubsidi oleh Polsek Tapung Hulu terus bergulir di tengah tengah masyarakat.

Menurut sejumlah sumber, DM (inisial) oknum yang mengaku pengurus LSM ini disebut sebut sebagai bos penyedia dana transaksi jual beli penyalahgunaan BBM solar bersubsidi wilayah Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar.

Miris, DM (Initial) oknum LSM ini juga dikabarkan telah melakukan tindakan yang berpotensi melahirkan kegaduhan warga. Pasalnya DM disinyalir sengaja menyebar fitnah kepada personal Journalis atas penangkapan terduga pelaku penyalahgunaan BBM solar bersubsidi pada Kamis lalu (8/9/22-red).

" Dia (DM) penampung BBM solar bersubsidi itu, dia penyandang dana pembelian ke SPBU lalu dijual ke Perusahaan Perkebunan/Pabrik Kelapa sawit. Si DM ini mengatakan wartawan yang menangkapkan anggotanya itu ke Polisi, hal ini bisa menimbulkan kegaduhan. Si DM mengatakan pemilik mobil angkutan solar bersubsidi yang ditangkap Polsek Tapung Hulu sudah sakit hati/dendam kepada wartawan yang difitnahnya itu, " terang salah seorang warga (Identitas dirahasiakan).

Mengejutkan, belakangan diketahui, DM terduga oknum salah satu LSM di Kecamatan Tapung Hulu ini juga dikabarkan ternyata seorang tokoh agama berkedudukan sebagai guru Injil di salah satu rumah ibadah Desa Danau Lancang Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar.

Untuk mencari kebenaran, media melakukan penelusuran. Media mendatangi salah satu terduga pelaku penyalah gunaan BBM bersubsidi ke Polsek Tapung Hulu. Kepada media TS salah satu terduga pelaku mengatakan, DM merupakan penyedia modal jual beli BBM solar bersubsidi yang ia kerjakan.

" Saya hanya pekerja, DM lah pemilik modal untuk jual beli Bio Solar, saya mana ada uang, dia lah (DM) yang menyiapkan uang, saat diperiksa juga saya terangkan kepada penyidik yang sebenar-benarnya, modal usaha jual beli minyak bio solar ini milik DM. Bio solar saya beli dari SPBU Sumber Sari, " ungkap TS.

Ditanya soal penangkapan nya, TS mengaku saat mengangkut barang bukti (BBM solar bersubsidi) keluar dari SPBU, dirinya dihadang oleh Kepolisian. 

Diakhir paparannya, TS mempertanyakan keberadaan DM yang tidak kunjung ada keperdulian terhadap dirinya. TS mengharapkan hukum dapat ditegakkan seadil adilnya atas kasus yang menimpanya. 

" DM gak ada perdulikan kami, saya berharap hukum berjalan adil, kami hanya pekerja kasar buat menghidupi anak istri. Kalau kami menjalani hukuman, pihak yang berkaitan dengan kasus kami juga diproses hukum lah, si DM dan pihak SPBU diproseslah hukumnya supaya adil , " pintanya. 

Reporter : (Anar Nainggolan)

Komentar Via Facebook :