Sebuah Renungan

VIDEO: LAGU KEBANGSAAN INDONESIA, DOA UNTUK NEGERIKU

LAGU KEBANGSAAN, DO'A UNTUK NEGERIKU

Lagu kebangsaan Do'a untuk negeriku adalah sebuah lagu dengan tema nasionalis. Lagu ini berhasil diciptakan oleh Feri Sibarani, seorang jurnalis asal Kota Pekanbaru provinsi Riau. 

Bermula dari saat Feri Sibarani dalam renungan-renungannya disaat kondisi bangsa Indonesia sedang dalam galau akibat berbagai peristiwa penting, yang sangat membingungkan masyarakat luas, terutama soal tragedi kelam terbunuhnya seorang prajurit Bhayangkara, yang masih sangat muda yaitu Brigadir Josua. 

Brigadir Josua diketahui tewas di rumah komandannya, yakni Irjen Pol Ferdy Sambo.  Irjen Pol Ferdy Sambo adalah seorang perwira tinggi Polri dengan jabatan Kadiv Propam Polri, sebuah jabatan yang sangat strategis di institusi Polri. Belakangan diketahui, bahwa Brigadir Josua meninggal akibat ditembak secara sadis oleh Bhrada E dan Ferdy Sambo, dari jarak dekat. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti dan meyakinkan, apa motif sesungguhnya, sehingga gugur tunas bangsa yang sangat berbakat dan baik budi. Akhirnya Ferdy Sambo pun menjadi tersangka utama dalam kasus pembunuhan berencana, atau pasal 340 Junto 338 KUHP tersebut, dan dia dicopot dari jabatannya hingga berakhir pada pemecatan dari anggota Polri. 

Sejumlah isu menyeruak sebagai alasan dibalik pembunuhan Brigadir Josua. Diantaranya, disebut adanya hubungan asmara terlarang, antara Brigadir Josua dengan isteri Irjen Pol Ferdy Sambo. Perselingkuhan Ferdy Sambo sendiri pun dengan wanita lain sempat disebut sebagai alasan dibalik pembunuhan itu. Namun yang pasti, rumor yang mengatakan adanya perselingkuhan antara Brigadir Josua dengan Isteri Ferdy Sambo (Putri Chandra wati) pun terbantahkan oleh hasil penyelidikan bareskrim Polri, karena tidak memenuhi barang bukti untuk meneruskan proses penyidikan, sehingga dihentikan demi hukum. Dengan sendirinya, isteri Ferdy Sambo, Putri Chandrawati pun akhirnya terseret menjadi tersangka dengan pasal yang sama dengan Ferdy Sambo. 

Hal yang menarik dan sekaligus menyedihkan bagi 260 juta rakyat Indonesia adalah, ketika muncul berbagai informasi, yang berseliweran di Media, menyebutkan, bahwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J disebabkan oleh adanya klausul menyangkut bisnis gelap, judi online dan berbagai bisnis haram lainya, yang kesemuanya di kendalikan oleh Ferdy Sambo. Bisnis gelap itu diberikan kode dengan istilah Konsorsium 303, atau pertanda itu adalah menunjukkan geng Sambo. Anak buahnya adalah beberapa jenderal lainya, dengan bintang dua dan bintang satu serta puluhan atau ratusan perwira menengah di tubuh Polri. 

Yang paling santer disebut sebagai yang turut mendampingi Ferdy Sambo dalam Mafia judi online itu adalah, Kapolda sumut, Irjen Pol Panca Simanjuntak dan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, serta kapolda Jatim. Semua kenyataan ini menjadikan Polri sebagai objek yang setiap menit menjadi bahan perbincangan di Republik ini, bahkan hingga ke mancanegara. Rasa kepercayaan masyarakat terhadap Polri pun drastis menurun.. Hilang lah wibawa dan marwah institusi Polri hingga saat ini. 

Dengan sendirinya, kondisi Negara pun tidak bisa terhindari dari situasi serba tidak jelas.. Disisi lain Kapolri, Presiden, DPR dan Kopolnas serta para tokoh-tokoh bangsa ingin membongkar potensi kasus raksasa ini, tetapi bagaimana mungkin, ketika pelakunya sendiri adalah merupakan penyidik itu sendiri. Nyaris keos.. Itu lah kondisi bangsa Indonesia saat ini. 

Dalam situasi itu, seorang anak bangsa, Feri Sibarani, dengan pendidikan sarjana hukum ini, yang terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, dalam renungan-renungannya, sebagai seorang wartawan jurnalis, dengan ribuan karya tulisnya, yang di dominasi tulisan-tulisan bersifat kritis, tajam, dan kreatif itu, akhirnya terinspirasi dengan kasus pembunuhan berencana Brigadir J, dan tercipta lah lagu kebangsaan yang diberi judul, Doa Untuk Negeriku. 

Komentar Via Facebook :