Masalah Pasar Bawah Memanas

Hearing Komisi 2 DPRD Kota Pekanbaru Diawali Kacau Balau

Hearing Komisi 2 DPRD Kota Pekanbaru Diawali Kacau Balau

Foto: Foto Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Dapot Sinaga dan Ketua APPSI Kota Pekanbaru, Ida Yulita Susanti berdebat soal permasalahan di pasar bawah, yang hingga kini tidak kunjung selesai, karena disebut pengelola PT Dalena bermasalah dan berpotensi merugikan pedagang

PEKANBARU AKTUALDETIK.COM - Rapat hearing di komisi 2 DPRD Kota Pekanbaru terjadi kekacauan yang luar biasa. Peristiwa keributan bermula saat Ketua komisi II Dapot Sinaga dari fraksi PDI-P akan memulai rapat, namun tiba-tiba berteriak-teriak mengusir pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI) kota Pekanbaru, Firman. Rabu, 14/09/2022.

Dari keterangan Dapot sebelum melanjutkan rapat tersebut, usai keributan itu meredah, mengatakan, bahwa rapat hearing tersebut adalah dalam menghadirkan pihak perusahaan pengelola Pasar bawah, yakni PT Dalena, dan dua kubu lainya dari perwakilan pasar bawah, yakni terdiri dari 5 pedagang mewakili masing-masing kubu. 

Rapat memasuki inti pembicaraan, ketua komisi 2 DPRD Kota Pekanbaru, Dapot Sinaga, memberikan kesempatan bicara kepada pemerintah kota Pekanbaru, yang di wakili oleh kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan kota Pekanbaru, Ingot Hutasuhut, dengan mengatakan, bahwa pasar bawah disebut harus dilihat dari dua sisi. 

, "Awalnya pasar bawah ini dibangun oleh swasta pak, kemudian selanjutnya di ambil alih oleh pemerintah. Pada tahun 2001 kita telah meminta kepada pemerintah Kota Pekanbaru melalui sekda sudah kita minta agar dilakukan audit oleh inspektorat, dengan tujuan tertentu. Dan setelah itu pemerintah kota harus menerima pasar bawah dengan keadaan baik. Dan memang ada beberapa temuan, dan itu harus di tindak lanjuti oleh PT Dalena, " Kata Ingot. 

Menurut Ingot, atas temuan hasil Audit Inspektorat tersebut, PT Dalena berjanji akan menyelesaikan semua temuan tersebut dengan cara mengkonversi beberapa kerusakan pasar bawah dengan menyetorkan sejumlah uang kepada kas daerah. Dan menurut Ingot pihaknya sedang menunggu realisasi tersebut dari PT Dalena. 

, "Kami akan menunggu dari PT Dalena, apakah kerusakan itu akan di perbaiki atau tetap di konversi? Silakan saja, kami akan tunggu, " Sebut Ingot. 

Ingot juga menyinggung soal adanya temuan pihaknya dilapangan, bahwa adanya perubahan soal KTBH yang seharusnya berakhir di tahun 2023, namun ternyata dirubah menjadi tahun 2022.

, "Temuan ini menambah kompleksnya permasalahan di pasar bawah, sehingga kita juga berharap hal ini bisa segera diselesaikan, " Urai Ingot. 

Ingot juga menyampaikan di tengah-tengah rapat tersebut, bahwa pasar bawah adalah merupakan aset daerah yang menjadi ikon kota Pekanbaru, pasar wisata, dimana pasar ini menjadi tujuan wisatawan dari berbagai daerah yang datang ke Riau, sehingga perlu di kelola dengan profesional. 

, "Jadi mari kita segera selesaikan persoalan ini, diminta kepada PT Dalena, dapat segera menyelesaikan semuanya persoalan ini, karena ini menyangkut aset daerah dan pasar wisata, yang musti kita jaga dengan baik, sehingga kita tidak bisa menutup mata terhadap berbagai persoalan di pasar bawah," Kata Ingot. 

Sementara saat rapat hearing masih berlanjut di ruang Komisi 2 DPRD Kota Pekanbaru, Kadis Perindag kota Pekanbaru, Ingot Hutasuhut dan ketua komisi 2 DPRD Kota Pekanbaru, Dapot Sinaga masih dalam posisi membahas terkait permasalahan di pasar bawah, utamanya soal adanya temuan Inspektorat Kota Pekanbaru terhadap kerusakan dan kekurangan di aset daerah pasar bawah Pekanbaru. 

Berdasarkan penyampaian Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Ingot Hutasuhut, termasuk penyelenggaraan pemilihan atau tender pengelola masih dalam permasalahan yang perlu di selaikan agar menyangkut Pasar bawah kota Pekanbaru dapat segera berjalan. 

Feri
 

Komentar Via Facebook :