Kapolda Sumut "BISU" Terkait Dirinya Ikut Mafia

Masuk Jaringan Mafia, Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca, Dikonfirmasi Tidak Merespon

Masuk Jaringan Mafia, Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca, Dikonfirmasi Tidak Merespon

Foto:Kaisar Ijren Pol Ferdy Sambo dan Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Simanjuntak, diinformasikan terlibat dalam jaringan bisnis ilegal, konsorsium 303 dan berbagai bentuk kejahatan ilegal lainnya

JAKARTA AKTUALDETIK.COM - Isu yang viral tentang keterlibatan para jenderal Polri dalam jaringan kejahatan, seperti Judi, Prostitusi, Narkoba dan bisnis ilegal sparepart tidak terbendung lagi. Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Simanjuntak, pun disebut sebagai salah satu jaringan konsorsium 303 daalam kaisar Sambo, namun saat dikonfirmasi, Panca tidak merespon Media, ada apa??. 21/08/2022.

Surat konfirmasi elektronik, yang dilayangkan oleh Redaksi Aktualdetik kepada Jenderal Panca, pada tanggal 18/08/2022 lalu terlihat di read, atau akun WA Panca di nomor +62 815-4880-77xx, terlihat pada status online, namun hingga berita ini termuat, Irjen Pol Panca Simanjuntak, tidak merespon. 

Informasi keterlibatan Irjen Pol Panca Simanjuntak, selalu kapolda Sumut, dalam jaringan kejahatan konsorsium 303 dan perbuatan ilegal lainnya, diterima Redaksi Aktualdetik.com pada pagi hari tanggal 18/08/2022. 

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini informasi tersebut sudah marak di berbagai media mainstream dan media sosial lainya, yang menjabarkan keterlibatan para jenderal Polri, termasuk Irjen Pol Panca Simanjuntak, selaku kapolda Sumut yang disebutkan turut mengisi jajaran struktur sebuah jaringan kejahatan bentuk konsorsium yang disebut 303, pimpinan Irjen Pol Ferdy Sambo, dan bisnis ilegal lainya, termasuk prostitusi, narkoba, dan bisnis ilegal sparepart. 

Berdasarkan informasi yang diterima Redaksi Aktualdetik, bahwa diketahui, konsorsium yang di pimpin oleh Kaisar Irjen Pol Ferdy Sambo itu, juga merencanakan sebuah misi luar biasa, yakni menghimpun dana sebanyak-banyaknya, dan akan mendukung Capres 2024 yang berpotensi menang, sehingga, targetnya adalah, menjadikan Irjen Pol Ferdy Sambo kelak, sebagai Kapolri berikutnya. 

Hal ini juga dilansir media online nasional lainya. Sebagaimana dimuat viva.co.id hari ini, bahwa mabes Polri telah mulai merespon isu yang telah berkembang pesat itu, dengan judul, Kabareskrim dan Dirtipidum Terseret Konsorsium 303, Ini Kata Polri, (Viva.co.id 2022/08/21 12:35) 

Dikutip dari viva, Nama Kabareskrim Polri, Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto dan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Andi Rian Djajadi kini juga diseret dalam grafik baru Konsorsium 303 Kaisar Sambo yang kembali ramai di media sosial. Nama Agus ada pada bagian atas jadi penerima setoran dari bos judi online Medan.

Terkait hal ini, Korps Bhayangkara menegaskan pihaknya masih fokus pada kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang didalangi eks Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, Inspektur Jenderal Polisi Ferdy. Polri belum berkomentar lebih jauh soal konsorsium 303 Kaisar Sambo ini.

"Timsus saat ini fokus untuk pembuktian pasal yang sudah diterapkan adalah 340 subsider 338 Jo 55 dan 56," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo kepada wartawan, Minggu 21 Agustus 2022.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun akhirnya menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada jajarannya yang melakukan pelanggaran. Terutama terkait kasus narkoba dan judi online. Sigit memastikan akan mencopot jajarannya bila terbukti melakukan pelanggaran, baik jajarannya di tingkat Polres, Polda, maupun Mabes.

“Saya tidak memberikan toleransi. Kalau masih ada kedapatan, pejabatnya saya copot, saya tidak peduli apakah itu Kapolres, apakah itu Direktur, apakah itu Kapolda, saya copot," kata Sigit dalam telekonferensi, Kamis 18 Agustus 2022.

"Demikian juga di Mabes, tolong untuk diperhatikan, akan saya copot juga (bila terbukti melanggar)," ujarnya. 

Respon Mabes Polri ini pun kemudian banyak disoroti oleh publik, khususnya pada kalimat, "Masih Ada Kedapatan". Artinya Kapolri Listyo Sigit ingin berpesan, jika bermain, JANGANLAH SAMPAI KEDAPATAN", sehingga disayangkan, pernyataan itu di nilai publik tidak tegas dan tidak bernuansa itikad membongkar duhaan Mafia di tubuh Polri. (Aduuuhhh)

Sumber: Redaksi/viva

Editor: Feri Sibarani, STP,. S.H

Kepada Seluruh Masyarakat di Tanah Air, Jika Ada Informasi, Dan Menemukan Kejadian/Peristiwa Penting, Atau Pelanggaran Hukum, Baik Oleh warga atau Pejabat Pemerintah/Lembaga/Penegak Hukum, Silahkan mengirimkan informasi, berupa Narasi/tulisan, Rekaman Video/Suara, ke No telepon/WA: 0853-6381-4752 - Email: Aktualdetik19@gmail.com.

Jangan Lupa Mengirim Indensitas Lengkap, Kami menjamin kerahasiaan Identitas Narasumber. 

Komentar Via Facebook :