Hutan Bakau di tambang warga Tanjung Niur

Hutan Lindung Mangrove Di DAS Kayu Arang Anak Sungai Berembang Dihajar Penambang Timah Ilegal

Hutan Lindung Mangrove Di DAS Kayu Arang Anak Sungai Berembang Dihajar Penambang Timah Ilegal

Foto : ponton Ti apung ilegal beraktifitas di hutan lindung bakau

AKTUALDETIK.COM, (BangkaBarat) - Kendati para pelaku penambangan timah ilegal dikawasan terlarang seperti hutan lindung dan mangrove/bakau sudah banyak diproses secara hukum dan divonis penjara menikmati dinginnya dinding jeruji besi.

Tampaknya tidak membuka para pelaku tambang timah ilegal khususnya bagi warga desa Tanjung Niur dan Pelaek di Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat, tidak membuat mereka takut akan sanksi hukumnya.

Meskipun pihak APH setempat sudah menghimbau dan memperingati agar pelaku penambangan pasir timah ilegal tidak beraktifitas dikawasan yang melanggar aturan hukum.

Hal ini lakukan lantaran mereka beralasan penambangan pasir timah di DAS (Daerah aliran sungai) Kayu Arang anak sungai Berembang di Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat hanya boleh ditambang oleh warga Tanjung Niur, Pelaek dan sekitarnya sekedar mencari makan, meskipun mereka tahu bahwa kawasan tersebut merupakan hutan lindung bakau/mangrove.

Seharusnya sebagai warga negara Indonesia yang baik justru menjadi tanggungjawab kita bersama khususnya warga setempat untuk menjaga dan melindungi kelestarian hutan bakau/mangrove.

Hasil investigasi jejaring media KBO Babel dilapangan, diketahui aktifitas tambang ilegal di DAS Kayu Arang anak sungai Belembang desa Tanjung Niur dan Pelaek sudah beraktifitas cukup lama atau sekitar tiga bulan lebih, dan posisi lokasi beraktifitasnya Ti ilegal itu sudah bergeser ke lokasi yang baru, setelah selasai merusak atau meluluh lantangkan pohon bakau/mangrove.

Meski sempat berhenti sesaat lantaran ada seorang buruh tambang tewas tertimpa pohon bakau/mangrove saat sedang berkerja.

Terpantau penambangan Ti (tambang inkonvesional) timah ilegal sebagai pelaku perusakan hutan mangrove/bakau menggunakan ponton Ti apung jenis tower dan upin ipin.

Diketahui penambang ilegal tersebut dikoordinir oleh warga berinisial TJ, BO dan oknum BPD setempat.

Beraktifitasnya penambangan timah ilegal secara masif dan berlangsung cukup lama ini dikawasan hutan terlarang sangat didukung dengan kondisi medan menuju ke lokasi cukup beresiko, memakan waktu dan hanya bisa ditempuh menggunakan perahu jenis spead lidah.

Meskipun pelaku Ti ilegal itu berkerja merusak kelestarian hutan bakau/mangrove tergantung dengan pasang surutnya air laut, tidak menyurut mereka tetap bekerja pada siang maupun malam hari, bahkan mereka terkesan merasa tidak bersalah atau melanggar aturan hukum di negara ini.

Saat ini terinformasikan ada 50 Ponton Ti Rajuk Tower dan TI Upin Ipin atau tungau yang beroperasi di anak sungai Berembang DAS muara sungai Kayu Arang di Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat.

Sementara itu, saat jejaring media KBO Babel melakukan konfirmasi kepada Kapolsek Tempilang IPTU A Muhklis terkait beraktifitas Ti ilegal merusak kawasan hutan lindung bakau/mangrove, beliau menyampaikan terimakasih atas informasi yang disampaikan oleh pewarta/wartawan KBO Babel.

"Terimakasih bang atas informasinya dan kami segera tertibkan," pungkasnya. (KBO-Babel)

Komentar Via Facebook :