Tidak Terima Dengan Penghentian Kasus

Warga Masyarakat Kerinci Kecewa Berat, Polres Pelalawan Hentikan Kasus Yang Memiliki Alat Bukti

Warga Masyarakat Kerinci Kecewa Berat, Polres Pelalawan Hentikan Kasus Yang Memiliki Alat Bukti

Foto: Sapala Sibarani, S. H, kuasa hukum Maraden Sitorus, selaku korban fitnah dan pencemaran nama baik melalui surat

PEKANBARU AKTUALDETIK.COM - Polres Pelalawan yang kini di pimpin oleh Kapolres, AKBP Guntur Muhammad Thariq, SIK,  harus menerima sikap protes dan kecewa berat dari warga masyarakat Kerinci, akibat laporan polisi terkait penghinaan dan fitnah yang dilaporkan dihentikan penyidik, semetara menurut kuasa hukum pelapor, alat bukti sangat meyakinkan. 20/07/2022.

Kali ini terkait penanganan dugaan kasus pencemaran nama baik terhadap Maraden Sitorus, mantan RT 007/RW 006 Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan, yang kabarnya dilakukan oleh Raynal Adesutra Tampubolon, dengan cara membuat suatu surat, yang di namakan track record, dari Maraden Sitorus sewaktu masih menjabat ketua RT 007/RW006, lalu kabarnya, oleh Raynal Adesutra Tampubolon surat tersebut di serahkan kepada kepala lurah setempat, dengan tujuan agar diketahui oleh lurah dan panitia pemilihan Ketua RT. 19/07/2022.

, "Menurut klien saya, Raynal Adesutra Tampubolon telah membuat surat, yang disebut track record, dan mengedarkan surat itu kepada lurah, tim panitia pemilihan RT, dan mungkin saja kepada pihak lain, karena nyatanya surat itu telah beredar ke sejumlah orang, dan jelas masuk pada pasal 310 KUHP tentang perbuatan pidana pencemaran nama baik seseorang dan fitnah, " Kata Sapala Sibarani, S. H, kuasa hukum Maraden Sitorus. 

Dugaan Peristiwa pencemaran nama baik, dengan cara membuat surat yang tujuannya kepada kepala lurah pangkalan kerinci timur, mengenai perihal yang dilakukan oleh Maraden Sitorus, selaku ketua RT 007/RW 006 Kec.Pangakalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, pada tahun 2019 lalu itu adalah bertepatan pada proses pemilihan RT, sehingga diketahui, tujuan Raynal Adesutra Tampubolon, dapat di prediksi publik adalah untuk strategi mengalahkan rivalnya, Maraden Sitorus, sesuai dengan pengakuan Maraden dan kuasa hukumnya, Sapala sibarani, karena surat tersebut ditembuskan hingga ke pihak panitia pemilihan dan kepada kelurahan setempat. 

, "Kalien saya disini adalah korban dari perbuatan Raynal Adesutra Tampubolon, selain rusaknya nama baik Maraden, akibat surat saudara Raynal, klien saya juga secara psikologis terganggu mentalnya, sehingga tidak konsen pada proses pemilihan yang seharusnya dilakukan secara demokratis, kekeluargaan, dan transparan serta menjaga nilai-nilai etika dan moralitas di dalam masyarakat. Ini merupakan strategi curang Raynal Adesutra Tampubolon untuk meraih kemenangan menjadi ketua RT, " Sebut Sapala. 

Ditegaskan oleh Sapala, bahwa perbuatan Raynal Adesutra Tampubolon murni untuk kepentingan pribadinya, bukan untuk umum, karena yang bersangkutan sudah kalah dalam proses pemilihan RT 007, sehingga surat track record itu dibuat nya, karena ia tidak terima kekalahan tersebut, sehingga motif dan tujuan Raynal Adesutra Tampubolon sangat jelas, adalah sengaja memfitnah klien saya, Maraden Sitorus, melalui surat dan mengedarkan surat tersebut kepada banyak orang, antara lain kepada kelurahan, dan tim panitia pemilihan RT 007.

, "Perbuatan Raynal Adesutra Tampubolon sangat jelas memenuhi apa yang di atur dalam pasal 310 ayat (1) KUHP junto 311 ayat (1) yang mana perbuatan itu dilakukan dengan unsur sengaja, dan bukan untuk kepentingan umum, karena jelas kronologis perbuatan tersebut didasarkan pada kekalahan Raynal Adesutra Tampubolon dalam pemilihan ketua RT 007, sehingga karena dia kalah, maka dibuat lah surat itu, agar lurah tidak mengeluarkan SK kemenangan Maraden Sitorus, yang telah di umumkan sebagai pemenang," Kata Sapala sibarani. 

Menurut Sapala Sibarani, konteks pembuatan surat yang mengandung unsur fitnah dan pencemaran nama baik kliennya itu merupakan konspirasi dari Raynal Adesutra Tampubolon dengan Kepala Lurah dari Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan. Dan disebutnya sebagai bentuk kejahatan yang terencana dalam rangka mencurangi seseorang. 

Dari informasi yang di sampaikan kuasa hukum Maraden Sitorus, melalui Sapala Sibarani, S.H, hari ini di pekanbaru, menyebutkan, kliennya atas nama Maraden Sitorus, telah dicemarkan mamanya, akibat surat Raynal Adesutra Tampubolon kepada kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, dan RW setempat dengan uraian yang mengindikasikan adanya perbuatan Maraden Sitorus yang nilai negatif atau menyimpang selama menjabat sebagai ketua RT, padahal hal itu dilakukan hanya dengan sepucuk surat yang tanpa bukti-bukti lengkap, bahkan dalam surat itu terlihat, tidak dicantumkan nama pembuat dan tanda tangan pembuat, sehingga seakan-akan surat itu surat kaleng yang tidak jelas dasar dan maksudnya. 

Kabarnya, menurut Sapala Sibarani, S.H, kliennya pun langsung membantah isi surat tersebut, karena di nilai tidak memiliki dasar hukum dan bahkan sangat tendensius, serta terindikasi sangat curang, bahkan telah merusak nama baik Maraden Sitorus, sesuai dengan pasal 310 ayat (1) KUHP, tentang pencemaran nama baik melalui tulisan atau surat. Oleh karena itu, menurut Sapala Sibarani, dirinya dan partner dari kantor hukum Sapala Sibarani,  S. H dan partner, di pekanbaru telah melaporkan perkara ini kepada polres Pelalawan dengan sangkaan perbuatan pidana pencemaran nama baik seseorang melalui tulisan dan surat. 

, "Secara resmi kalien kami telah memberikan surat kuasa untuk membawa perkara ini ke ranah hukum. Pertama hal ini lakukan aduan (Dumas) pada 19 November 2020 di polres Pelalawan, lalu selanjutnya laporan polisi pada tanggal 27 September 2021, hingga saat ini belum terungkap di polres Pelalawan, malahan hari ini (Tanggal 19 Juli 2022_red) saya mendengar informasi, pihak penyidik polres Pelalawan telah menghentikan proses perkara dengan alasan tidak cukup bukti, " Terang Sapala. 

, "Bagaimana mungkin hal ini bisa dihentikan? Sudah jelas ada bukti akurat sesuai apsal 184 KUHAP, yaitu adanya keterangan saksi dan surat, sebagai bukti Raynal Adesutra Tampubolon, telah melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik klien saya, tanpa dasar hukum yang jelas. Kita harus menganut paham presumtion of innoncen atau praduga tak bersalah, sepanjang belum adanya putusan hukum berkekuatan tetap dari hakim pengadilan, namun Raynal Adesutra Tampubolon telah melebihi sistem hukum yang berlaku di Indonesia, dengan mengeluarkan surat kepada pejabat pemerintah maupun kepada publik tentang perbuatan seseorang, " Urai Sapala sibarani. 

Sementara menurut Sapala Sibarani, selaku kuasa hukum Maraden Sitorus, laporan kliennya telah melengkapi barang bukti, maupun alat bukti berupa keterangan saksi dari pihak Maraden Sitorus, sebanyak dua orang saksi, kemudian ada barang bukti berupa surat, yang di buat oleh Raynal Adesutra Tampubolon, sehingga sesuai dengan pasal 183 junto 184 KUHAP, menurut Sapala sudah memenuhi untuk dapat ditetapkan tersangkanya.

, "Saya heran laporan kami sudah 2 tahun di Tangani oleh pihak penyidik polres Pelalawan, namun akhirnya dihentikan dengan alasan kurangnya bukti, sehingga disebut bukan perbuatan pidana. Padahal, merujuk pasal 184 KUHAP itu, kami sudah memenuhi barang bukti dan alat bukti. Ini layak untuk kami tindak lanjuti kepada propam polda Riau, karena kami duga ada "Udang di balik bakwan" antara penyidik dengan terlapor, " Kata Sapala. 

Menurut Sapala Sibarani, bersama tim dari kantor hukum Sapala Sibarani di Pekanbaru, pihaknya akan langsung merespon sikap kepolisian Polres Pelalawan ini, dengan melakukan upaya hukum, termasuk akan mengkaji kembali surat penghentian penyelidikan tersebut dan akan membuat laporan kembali ke Polda Riau, demi kebenaran dan keadilan. 

Sementara atas keterangan diatas, awak media ini sudah melakukan konfirmasi dengan tulisan elektronik kepada Kapolres Pelalawan, cq: Kasat Reskrim Polres Pelalawan, cq: Kanit reskrim polres Pelalawan, oleh Kanit reskrim polres Pelalawan, Ipda Asbon, kepada Redaksi Aktualdetik.com mengatakan, pihaknya selaku penyelidik sudah bekerja profesional dan menghadirkan saksi ahli atas penghentian penyelidikan itu. 

, "Penyelidik telah berusaha melakukan penyelidikan secara profesional dengan melakukan meminta keterangan kepada para saksi dan ahli untuk membuktikan suatu perbuatan yang diduga tindak pidana namun dari hasil penyelidikan bahwa perkara yang dilaporkan belum memenuhi unsur yang dilaporkan sehingga laporan tersebut dihentikan, " Tulis Ipda Asbon. 

Tidak hanya itu, Ipda Asbon juga mengakui bahwa pelapor, atas nama Maraden Sitorus, awalnya datang membawa sejumlah bukti-bukti atas perbuatan Raynal Adesutra Tampubolon, antara lain bukti surat yang diduga digunakan oleh Raynal Adesutra Tampubolon untuk mencemarkan dan memfitnah Maraden Sitorus. Selain itu masih ada sejumlah saksi-saksi yang sudah diminta keterangan nya, namun sebagaimana disebutkan Kapolres Pelalawan, melalui Kanit reskrim polres Pelalawan ini, bahwa  laporan yang telah memiliki barang bukti dan alat bukti sebagaimana tertuang di dalam pasal 184 KUHAP itu, akhirnya dihentikan Polres Pelalawan, hanya karena pendapat ahli. 

(Feri, S. H) 


 

Komentar Via Facebook :