Tambang timah rakyat

Ini Harapan Agustino Mantan Kades Pangkal Niur Kepada Pj Gubernur Babel

Ini Harapan Agustino Mantan Kades Pangkal Niur Kepada Pj Gubernur Babel

Foto : Mobil Ambulan milik warga desa Pangkal Niur kontribusi dari tambang rakyat

AKTUALDETIK.COM (BABEL) - Sejak kebijakan pemerintah pusat membuka kran penambang pasir timah dapat diexploitasi oleh masyarakat Bangka Belitung (Babel) baik di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Timah Tbk maupun di wilayah IUP milik Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten.

Tentunya, terobosan kebijakan tersebut   masyarakat menjadi catatan sejarah perjuangan kepimpinan Gubernur Babel, khusus masyarakat penambang  tahu dan tidak akan melupakan jasa dari sosok Almarhum Eko Maulana Ali  mantan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka  Belitung.

Diketahui, pada saat itu permasalahan penambangan pasir timah hanya dibisa diexploitasi oleh perusahaan mitra PT Timah Tbk mempunyai teknologi dan bermodal saja, sementara masyarakat hanya sebagai penonton kendati lingkungan mereka banyak yang rusak akibat aktifitas penambangan.

Melihat persoalan ini Eko Maulana Ali  menyerap aspirasi masyarakat Babel dan kemudian mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat agar adanya kebijakan yang merubah regulasi penambangan agar  masyarakat/warga setempat dapat diikutsertakan  atau diberikan kesempatan untuk dapat menambang pasir timah secara bersama dengan pemilik IUP dengan membuka kerjasama kemitraan atas nama perorangan  atau kelompok masyarakat setempat. 

Kendati saat itu sampai saat ini penambangan pasir timah dilakukan masyarakat Babel masih menggunakan peralatan  secara tradisional yang disebut penambang TI (Tambang Inkonvensional), dengan Ponton Ti Apung, sampai sebutan Ti Tungau/user-user, justru hasil produksi pasir timah dari masyarakat penambang jauh lebih banyak tonase dan hemat biaya. 

Bahkan, tidak dipungkiri aktifitas tambang rakyat memberi perubahan signifikan bagi geliatnya perekonomian masyarakat Bangka Belitung dan kesejahteraan bagi warga setempat. 

Tak hanya masyarakat/warga setempat saja merasakan dampak perubahan kehidupan ekonomi lebih baik, namun pemerintah desa atau dusun mereka juga merasakan manfaat adanya tambang rakyat dalam mendukung fasilitas  umum dan pembangunan lainnya di desa/dusun mereka, jika kegiatan penambangan rakyat itu dikelola dengan baik dan benar oleh masyarakat yang dipilih atau ditunjuk oleh hasil musyawarah desa sebagai pihak yang mengelola atau mengkoordinir kegiatan tambang rakyat. 

Seperti yang diungkapkan oleh pihak panitia pengelola tambang timah rakyat dari desa Pangkal Niur Kecamatan Riau Silip di Kabupaten Bangka ini, yang merasakan aktifitas tambang rakyat  jenis Ponton Isap Produksi (PIP) atau Ti Rajuk Apung dari hasil produksi timah dengan sistem prosentase (%) perkilogram untuk desanya, akhirnya impian warga desa Pangkal Niur ingin memiliki mobil Ambulan untuk keperluan  warga desa Pangkal Niur berobat atau ke rumah sakit rujukan di ibukota kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah terwujudkan. 

Bahkan tak hanya itu banyak masyarakat yang terbantu mendapatkan bantuan berupa dana untuk membeli kebutuhan sembako dan mendapatkan biaya bantuan pemasangan KWH baru bagi warga yang tidak mampu. 

Hal itu yang diungkapkan oleh Agustino salah satu tokoh masyarakat desa Pangkal Niur saat berkunjung ke Kantor Berita Online Bangka Belitung (KBO Babel) usai mengurus administrasi untuk mengambil 1 (satu) unit mobil Ambulan merk Daihatsu GM tipe MB 1500 cc produksi tahun 2022, di show room Daihatsu jalan Soekarno Hatta Pangkalpinang. 

Kepada jejaring media KBO Babel,  Agustino mengatakan bahwa impian warganya ingin mempunyai mobil ambulan  kini sudah terealisasikan, hal ini terwujud adanya kontribusi dari aktifitas tambang timah rakyat jenis ponton Ti Rajuk di perairan laut Sunur dalam wilayah administrasi desa Pangkal Niur. 

"Alhamdulillah bang, kini desa kami sudah mempunyai mobil ambulan sendiri, dibeli dari hasil kontribusi  para masyarakat penambang, dan mobil sudah kami pesan sejak bulan Maret lalu namun baru sekarang kami ambil di show room mobil Daihatsu karena mobil ambulan ini baru selesai dikaroseri di Jakarta,"ungkap Agustino mantan Kades Pangkal Niur sembari menunjukkan  mobil ambulan yang terparkir dihalaman sekretariat KBO Babel,Jum'at (15/07/2022). 

Namun, Agustino sempat mengungkapkan sejak dua bulan terakhir masyarakat Pangkal Niur tidak menambang lagi lantaran Pj Gubernur Kep Babel memberi ultimatum kepada masyarakat penambang untuk berhenti menambang tanpa ada izin atau dilengkapi legalitas yang sah. 

" Jika masyarakat kami masih menambang ancam bapak PJ Gubernur kepada kami akan memerintahkan polisi menangkap dan akan diproses secara hukum karena perbuatan kami telah merugikan negara, padahal disitu bukan hanya ponton ti rajuk milik masyarakat desa kami koordinir tapi ada ratusan ponton Ti Rajuk dari luar desa yang dikoordinir oleh oknum masuk  menambang di wilayah perairan Sunur padasaat itu," ungkapnya lagi. 

Kendati demikian, tokoh masyarakat desa Pangkal Niur ini berharap kepada Pj Gubernur Kepulauan Babel Ridwan Djamaluddin agar tidak hanya semata-mata memikirkan penyelamatan atas aset negara saja prioritas kebijakan sebagai Pj Gubernur, namun menurut mantan Kades Pangkalan Niur 'Jauh lebih penting seorang pemimpin itu juga harus berpikir keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya di wilayah yang dipimpinnya'.

"Seyogyanya selogan Pulang Kampung itu benar-benar membantu masyarakat kecil, artinya dengan kehadiran beliau dapat membantu masyarakat setempat dengan dipermudahkannya mengurus SPK menambang di PT Timah dan lindungi kami dengan payung hukum agar masyarakat kita dapat berkerja dengan tenang,"Harapan Agustino  kepada Pj Gubernur Kep Babel saat berkunjung ke Sekretariat KBO Babel didampingi Herman Failani, Yudarni dan Zulkifli kesemuanya adalah warga desa Pangkal Niur Kabupaten Bangka. (Sinyu Pengkal)

Komentar Via Facebook :