DPRD Kota Pekanbaru

Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Awasi Pelaksanaan PPDB, Pastikan Semua Berjalan Lancar

Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Awasi Pelaksanaan PPDB, Pastikan Semua Berjalan Lancar

Foto: Foto Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ida Yulita Susanti, S.H.,M.H, saat mengikuti rapat bersama dengan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, tentang PPDB

PEKANBARU AKTUALDETIK.COM - Anggota DPRD Kota Pekanbaru, dari komisi III DPRD Kota Pekanbaru, bersama Ida Yulita Susanti, S.H,.M.H, langsung turun tangan ke sekolah-sekolah melakukan pengawasan dan peninjauan ketat atas pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Hal itu dilakukan agar semua warga dipastikan mendapatkan pelayanan yang sesuai aturan. Jumat, 01/07/2022.

,"Kami dari komisi III bergerak terus ke lapangan sejak di mulainya proses pendaftaran sekolah melalui Online, dengan tujuan memastikan semua kegiatan PPDB berjalan lancar dan sesuai aturan dalam perwako," sebut Ida Yulita Susanti, anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi Golkar.

Diektahui, sebelum pelaksanaan PPDB kali ini, Ida Yulita Susanti, sudah kerap mengatakan adanya titik kelemahan dalam kebijakan PPDB, terutama dengan sistem zonasi, yang mana disebutnya, kerap melahirkan permasalahan sosial di masyarakat, karena tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

,"Zonasi sebenarnya baik, asal diperhatikan tingkat populasi penduduknya. Semua wilayah kan tidak sama jumlah kepadatan penduduk, nah untuk itu perlu di kaji lagi, jangan disama ratakan semua persentasi untuk semua wilayah, agar semua anak-anak warga mendapatkan hak yang sama" kata Ida saat di wawancara awak Media beberapa waktu lalu.

Bahkan ternyata, berkat dorongan anggota DPRD Pekanbaru tiga periode ini, akhirnya perwako yang digunakan pada tahun-tahun lalu, kini sudah direvisi dengan menambahkan kuota menjadi 75% untuk jalur zonasi, dengan maksud agar mampu menampung jumlah pendaftar yang memang sangat tinggi jumlahnya di Kota Pekanbaru.

,"Perwakonya sudah saya dorong agar di revisi kemarin, dalam rapat dengan disdik, wilayah padat penduduk yang tamatan anaknya padat sudah kita naikkan kuota zonasi daya tampung menjadi 75 parsen dari semula hanya 50 parsen, kemudiam sistem google  map juga sudah di hapuskan, walau belum menjawab persoalan secara tuntas, karena memang jumlah kapasitas rumbe ( ruang belajar ) yang masih terbatas," Urai Ida menjelaskan.

Kabarnya, untuk mengurai masalah saat ini, tahun lalu pemko Pekanbaru sudah menambah 3 unit Pembangunan sekolah baru, tapi di akuinya, tetap saja semua anak-anak masih belum tertampung seluruhnya, karena pertumbuhan penduduk sangat tinggi.

Untuk itu, pihaknya bersama-sama anggota DPRD Pekanbaru, dari komisi III melakukan pengawasan dan memperhatikan tentang permasalahan yang mungkin timbul, agar segera di respon cepat oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

,"Kita sudah himbau kepada Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, agar mempersiapkan posko dengan petugas yang selalu siap untuk membantu masyarakat yang kesulitan dalam mendaftar anaknya masuk sekolah SMP secara Online," lanjut Ida.

Menurutnya, masyarakat juga tidak boleh segan-segan untuk menghubungi wakilnya di DPRD Kota Pekanbaru, jika mengalami permasalahan-permasalahan saat melakukan pendaftaran sekolah.

,"Saya berharap pada semua warga yang kebingungan atau atau merasa sulit dalam melakukan pendaftaran Online,  agar segera menghubungi saya. Kalau yang lain tidak sempat membantu, karena mungkin sibuk dan lain-lain, jangan segan menelepon ke nomor pribadi saya, pasti akan saya respon se optimal mungkin, karena saya sadar selaku Dewan hal itu sudah tanggung jawab moral saya, " ucap Ida Yulita Susanti, hari ini di Pekanbaru.


(Feri, S.H)

Komentar Via Facebook :