Pajak Daerah Terus di Optimalkan

Performa Bapenda Kota Pekanbaru Terus Meningkat Dalam Kepemimpinan Zulhelmi

Performa Bapenda Kota Pekanbaru Terus Meningkat Dalam Kepemimpinan Zulhelmi

Foto: Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin

PEKANBARU AKTUALDETIK.COM - Lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 telah berdampak pada pengurangan potensi Pajak Asli Daerah (PAD). Namun menyikapi hal itu, Pemerintah Kota Pekanbaru, melalui Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru tidak pesimis, melainkan siap untuk mengembangkan potensi lainya, yang ada di kota Pekanbaru.

Bahkan oleh Kepala Badan Bapenda Kota Pekanbaru, Zulhelmi, merasa optimis akan tetap mengoptimalkan pendapatan dari sektor lainnya, terutama dari Pajak Kendaraan Sepeda motor yang juga mendapat bagian.

Sebagaimana diketahui, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru dari pajak hiburan, di tahun 2022 ini kembali mengalami peningkatan yang signifikan.

"Sampai sekarang kita sudah dapat Rp1,5 miliar lebih dari target Rp16 miliar," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Jumat (11/2).

Disampaikannya, peningkatan PAD dari sektor pajak hiburan seiring dengan turunnya status Kota Pekanbaru ke Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1.

"Untuk itu kita berharap tidak naik kelas lagi (naik ke level 2 hingga 4)," ucapnya.

Seperti diketahui, di PPKM level 1 Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru banyak memberikan kelonggaran kepada warga maupun tempat usaha untuk pemulihan ekonomi.

Untuk pusat perbelanjaan seperti mal, selama PPKM level 1 di izinkan beroperasi hingga pukul 22.00 WIB. Kemudian kapasitas mal dan hiburan yang sebelumnya hanya 50 persen ditingkatkan menjadi 75 persen. (Kominfo6/RD3)
Sejumlah pajak dan retribusi daerah akan mengalami penyederhanaan berdasarkan Implementasi UU Nomor 1 Tahun 2022. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, Rabu (16/2).

"Kalau dulu ada yang namanya pajak hotel, hiburan, restoran, dan parkir, sekarang menjadi Pajak Barang Jasa Tertentu (PBJT). Semuanya dilebur menjadi satu," ucapnya.

Sementara itu, retribusi yang semula berjumlah 32 jenis juga disederhanakan menjadi 18 jenis layanan retribusi. Walupun layanan yang tidak masuk ke dalam 18 layanan retribusi tersebut, akan tetap dilayani oleh pemerintah.

Zulhelmi menjelaskan, meskipun layanan pajak dan retribusi ini disederhanakan, namun pihaknya akan tetap optimal dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Mungkin potensi berkurang, tapi digantikan potensi lain. Seperti ada pajak kendaraan bermotor. Di dalam itu ada pembagian untuk daerah," pungkasnya.

Sementara itu di ketahui, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru dari pajak hiburan, di tahun 2022 ini kembali mengalami peningkatan yang signifikan.

"Sampai sekarang kita sudah dapat Rp1,5 miliar lebih dari target Rp16 miliar," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Jumat (11/2).

Disampaikannya, peningkatan PAD dari sektor pajak hiburan seiring dengan turunnya status Kota Pekanbaru ke Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1.

"Untuk itu kita berharap tidak naik kelas lagi (naik ke level 2 hingga 4)," ucapnya.

Seperti diketahui, di PPKM level 1 Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru banyak memberikan kelonggaran kepada warga maupun tempat usaha untuk pemulihan ekonomi.

Untuk pusat perbelanjaan seperti mal, selama PPKM level 1 diizinkan beroperasi hingga pukul 22.00 WIB. Kemudian kapasitas mal dan hiburan yang sebelumnya hanya 50 persen ditingkatkan menjadi 75 persen. (Kominfo6/RD3)

Untuk mendorong semangat Bapenda Kota Pekanbaru dan Wajib Pajak di Kota Pekanbaru, Wali Kota Pekanbaru Dr. H. Firdaus, S.T., M.T memberikan penghargaan dan  membuka Forum Group Discussion (FGD) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berskala nasional di Hotel Novotel, Selasa (15/2). Wali kota juga menyerahkan penghargaan kepada pembayar pajak tertinggi.

"Saya membuka FGD Bapenda skala nasional. Narasumbernya dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri," kata Wali Kota.

Para peserta FGD ini berasal dari kabupaten dan kota di Riau. Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh Bapenda dari provinsi lain. "Mudah-mudahan, ada pencerahan dari FGD ini. Agar, kita dapat meningkatkan pendapatan pajak," harap Wali Kota.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, Pemko Pekanbaru juga harus berjuang meningkatkan pendapatan. Insentif-insentif telah di.berikan pada sebelas jenis pajak sejak tahun lalu.

Dalam kesempatan ini juga diserahkan penghargaan kepada pembayar pajak tertinggi. Pada kategori bidang usaha, penghargaan diberikan PT. Angkasa Pura II, PT. Pangeran Pekanbaru Hotel.

Pada kategori perorangan, penghargaan di berikan kepada Famela Vanesa Nursalim dan Margo Edi. Pada kategori bank mitra, penghargaan diberikan kepada BJB, BNI, dan Bank Riau Kepri.

Penghargaan juga diberikan kepada kecamatan dengan realisasi pajak tertinggi yakni Kecamatan Senapelan (77,25 persen). Kelurahan dengan realisasi pajak tertinggi adalah Kelurahan Maharatu (88,03 persen), Kelurahan Cinta Raja, dan Kelurahan Kampung Baru.

Komentar Via Facebook :