Adik Presiden Jokowi Akan Menikah dengan Ketua MK Anwar Usman Usai Lebaran
Adik Presiden Jokowi Akan Menikah dengan Ketua MK Anwar Usman Usai Lebaran
Adik Presiden Jokowi Akan Menikah dengan Ketua MK Anwar Usman Usai Lebaran
SOLO,AKTUALDETIK.COM
Adik Presiden Jokowi (Joko Widodo), Idayati akan menikah dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman pada Mei mendatang usai lamaran. Wanita yang akrab disapa Ida tersebut mengatakan, untuk pernikahan akan diselenggarakan pada tanggal 26 Mei 2022 di Solo.
Terkait perkenalan awal dengan Anwar, ia mengatakan pertama kali dikenalkan oleh seorang kawan. “Bulan Oktober dikenalin teman,” katanya dikutip Antara, Senin, 21 Maret.
Dia mengaku senang atas lamaran yang dilakukan oleh Anwar. “Senang aja,” kata adik Presiden Jokowi itu.
Mengenai aktivitas sehari-hari, Ida yang saat ini berusia 55 tahun mengaku hanya menjalani kegiatan sebagai ibu rumah tangga biasa. “Sebagai ibu rumah tangga, dulu suami yang kerja,” katanya.
Sebelumnya, santer beredar kabar kepulangan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu salah satunya karena menerima lamaran dari Ketua MK ke salah satu adiknya. Terkait hal itu, saat dikonfirmasi Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengaku tidak mendatangi acara lamaran tersebut.
“Masih isoman (isolasi mandiri karena COVID-19), wingi isih lemes banget (kemarin masih lemas),” katanya.
Jokowi memiliki tiga adik perempuan, salah satunya Idayati. Idayati sendiri menjanda sejak suami pertamanya, Hari Mulyono, meninggal pada tahun 2018. Hari meninggal di usia 58 tahun pada Senin (24/9/2018), pukul 10.40 WIB setelah sempat menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Menurut kakak tertua, Budi Priyanto (63), Hari meninggal karena penyakit stroke yang dideritanya sejak beberapa waktu lalu.
Kabar tersebut dibenarkan oleh putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming. Menurut Gibran, lamaran dilakukan pada Sabtu (12/3/2022). Saat itu bertepatan dengan Presiden Jokowi pulang ke Kota Solo, saat menjadi saksi pernikahan keponakannya.
Pada saat proses lamaran, Gibran mengaku tidak bisa menghadiri acara lamaran tersebut. Sebab, dia dalam kondisi positif Covid-19 dengan komorbid demam berdarah.
“Masih isoman dulu, kemarin saja di acara GPK (Gerakan Pemuda Kabah) masih lemas,” ujarnya.
Disinggung soal perhelatan acara pernikahan antara bibinya dan Ketua MK tersebut, Wali Kota Solo tersebut mengetahui detailnya.
“Saya enggak tahu tanggal pasnya, tanya yang bersangkutan saja, tanya Bu Ida,” katanya.
Anwar Usman merupakan pria kelahiran Bima, 31 Desember 1956, kini berusia 66 tahun. Anwar Usman menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi sejak tahun 2018.
Anwar Usman di Mahkamah Agung, jabatan yang pernah didudukinya, di antaranya menjadi Asisten Hakim Agung mulai dari 1997 – 2003 yang kemudian berlanjut dengan pengangkatannya menjadi Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung selama 2003 – 2006.
Lalu pada 2005, dirinya diangkat menjadi Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta dengan tetap dipekerjakan sebagai Kepala Biro Kepegawaian. Anwar juga merupakan seorang mantan Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung periode 2006 – 2011.
Dirinya juga pernah menjadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Periode Pertama (14 Januari 2015 – 11 April 2016), dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Periode Kedua (11 April 2016 s/d 2 April 2018).
Namun jauh sebelum berkarier di Mahkamah Agung, dirinya mengawali karier sebagai seorang guru honorer pada 1975. Diketahui Anwar yang dibesarkan di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat, mengaku dirinya terbiasa hidup dalam kemandirian.
Lulus dari SDN 03 Sila, Bima pada 1969, Anwar harus meninggalkan desa dan orang tuanya untuk melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) selama 6 tahun hingga 1975. Lulus dari PGAN pada 1975, atas restu Ayahanda (Alm.) Usman A. Rahim beserta Ibunda Hj. St. Ramlah, Anwar merantau lebih jauh lagi ke Jakarta dan langsung menjadi guru honorer pada SD Kalibaru.
Selama menjadi guru, Anwar pun melanjutkan pendidikannya ke jenjang S1. Ia pun memilih Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta dan lulus pada 1984. Anwar diketahui merupakan pecinta teater. Selama menjadi mahasiswa, Anwar aktif dalam kegiatan teater di bawah asuhan Ismail Soebarjo. Anwar mengenang keterlibatannya dalam dunia teater sebagai salah satu pengalaman dia yang paling berkesan.
(Al)


Komentar Via Facebook :