Kasus Gelombang Ketiga di Indonesia

Pemerintah Dan Masyarakat Agar Mewaspadai Terjadinya Gelombang Kasus Ketiga Di Indonesia

Pemerintah Dan Masyarakat Agar Mewaspadai Terjadinya Gelombang Kasus Ketiga Di Indonesia

Dari kiri: Epidemiolog FKM Undip,Ari Udijono,Sekda Kota Semarang,Iswar Aminudin, Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman, Host Prast

 

SEMARANG AKTUALDETIK.COM - Sudah hampir 2 tahun, pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menekan laju penyebaran Covid dengan mengambil sejumlah kebijakan, diantaranya bekerja dari rumah, pembelajaran jarak jauh, dan pembatasan lain seperti pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM, sehingga lambat laun kasus Covid-19 mengalami penurunan. 

Meski demikian, Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar mewaspadai terjadinya gelombang kasus ketiga di Indonesia. Sebab, dunia saat ini mulai mengalami lonjakan kasus ketiga Covid-19.

Pemerintah sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan lonjakan kedua kasus Covid-19. Mulai dari pengawasan protokol kesehatan secara ketat, pembatasan mobilitas, peningkatan testing Covid-19, serta penyediaan fasilitas kesehatan seperti tempat isolasi terpusat serta penambahan tempat tidur dan alat kesehatan di rumah sakit. Selain itu, pemerintah juga berupaya mempercepat vaksinasi Covid-19 di berbagai daerah untuk melindungi masyarakat dari penularan. Hingga saat ini, jumlah orang yang telah divaksinasi dosis pertama mencapai 106 juta orang. 

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman menuturkan PPKM.sebelum turun ke level 1 yg mana sebelumnya.level 2 lalu level 2, secara umum kesadaran masyarakat kota Semarang hampir 80.persen bagus, mereka mentatati prokes, saat bepergian masker selalu dipakai.

Tolok ukurnya kesadaran masyarakat untuk mengubah budaya masker sudah baik  sehingga sekarang kalau maskernya ketinggalan seperti ketinggalan sesuatu, tapi banyak juga yang euforia dianggapnya sudah tidak berbahaya lagi terutama sejak kegiatan mulai dibuka mereka ingin kembali seperti semula, perekonomian kita harapkan kembali bangkit," ucapnya.

Jelang 25 desember 2021 sampai dengan 1 januari 2022 kita harus kerja keras untuk mengantisipasi jangan sampai ada ledakan ledakan klaster baru lagi, oleh karena itu harus bisa diantisipasi. Walaupun Semarang sudah mendapatkan predikat level 1 bukan berarti covid-19 sudah selesai, apalagi budaya kita kalau ada libur panjang diaggap libur paling bergengsi seperti libur nataru," tegas pilus sapaan akrab Kadarlusman.

Dirinya berharap pemkot semarang mempersiapkan mengantisipsi PPKM diberlakukan lagi supaya tidak ada lonjakan gelombang ketiga, ini harus diantisipasi mulai sekarang.

Lebih lanjut Pilus menilai ketika melihat tahun lalu saat lebaran walaupun pemkot mengantisipasi seluruh pegawai dan masyarakat Kota Semarang dihimbau tidak boleh keluar kota atau pulang mudik, tapi kenyataannya banyak juga yang pulang akhirnya timbul gejolak gelombang lagi saat itu.

Pilus kembali berharap kepada Walikota, Sekda serta Forkopimda Kota Semarang melakukan persiapan persiapan untuk mengantisipasinya," bebernya saat menjadi.narasumber acara prime topic, Dialog bersama Parlemen Kota Semarang dengan tema " Antisiasi Gelombang Ketiga Civid-19 " yang disiarkan langsung MNC Trijaya FM di lobby Gets Hotel, jalan MT. Haryono 312 - 316 Kota Semarang, Senin (22/11/2021)

Sementara Sekda Kota Semarang, Ir.Iswar Aminudin,MT menjelaskan Semarang bisa mencapai level 1 dan itu terjadi pertamakali saat PPKM 3, kita sudah masuk level 1 yaitu kota kota besar yang ada di Jateng.

Hal ini karena adanya kekompakan diantara semua stakeholder terutama di forkopimda. Masyarakat Semarang mampu memahami dan melaksanakan apa yang sudah   menjadi keretapan pemerintah. Kota Semarang tidak pernah menerapkan PSBB, tapi menerapkan waktu itu masih PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat)," ujar Iswar.

Pemkot Semarang memiliki SOP, jadi ketika akan terjadi lonjakan covid-19 Pemkot sudah mempunyai langkah langkah antisipasi. Kita sudah menyusun konsep ketika ada penularan, langkah langkah apa yang akan dilakukan Pemkot Semarang, ini sudah ada," tutup Iswar.

Pada kesempatan sama Epidemiolog FKM Undip Semarang, Ari Udijono memaparkan selama covid19 ada peluang untuk menjadi peningkatan.Kasus ada proses yang terjadi saat ini adalah bagaimana cara kita mengantisipasi supaya tidak terjadi penularan, mata rantai penularan harus diputus. caranya kita berusaha jangan sampai virus yang ada ditubuh kita nulari. mematuhi personal higienis dan sanitasi lingkungan, covid-19 gelombang ketiga dimungkinkan masih ada," imbuhnya.

   #Taufiq


 

Komentar Via Facebook :