Polda Sumut "Sikat" Mafia Tanah Riau

Mafia Tanah di Pekanbaru Mulai Terkuak, Sujono Tertangkap, Bagaimana Dengan Firdaus?

Mafia Tanah di Pekanbaru Mulai Terkuak, Sujono Tertangkap, Bagaimana Dengan Firdaus?

Foto : Walikota Pekanbaru, Dr Firdaus ST MT dan Sujono, yang kini berada dalam tahanan Polda Sumut dengan kasus mafia tanah Riau

PEKANBARU AKTUALDETIK.COM - Rupa-rupanya wajah mafia tanah itu tidak seseram yang dibayangkan. Pasalnya, berdasarkan pemberitaan di berberapa media online belakangan, Mafia tanah di Pekanbaru Justru berwajah oriental, adalah SJ, yang kini Viral karena tertangkap oleh tim petugas dari Polda Sumut. 5/10/2021.

Sujono (SJ) adalah sosok pengusaha sukses di kot pekanbaru Riau. Sujono yang berlatar belakang suku China ini dikenal sangat dekat dengan walikota Pekanbaru, Dr Firdaus, ST, MT. Sehingga berdasarkan pernyataan kuasa hukum dari korban penipuan Sujono, Nouvendi, SH, diduga kuat adanya keterlibatan Walikota Pekanbaru, Firdaus, ST MT dalam penguasaan lahan secara melawan hukum. Hal itu ditegaskan oleh kuasa hukum korban, melalui pengacaranya, Nouvendi.

Bahkan, untuk memastikan agar lahan milik kliennya yang masih berperkara dalam posisi sengeketa, Nouvendi sudah menyurati Walikota Pekanbaru, Firdaus, agar tidak melakukan aktifitas sementara di atas lahan, namun Faktanya Firdaus tidak menggubris somasi yang di layangkan.

"Benar kami sudah somasi Walikota untuk tidak melaksanakan acara tersebut, namun mereka tetap laksanakan, kami menduga Walikota memang terlibat aktif dalam penyerobotan lahan klien kami," ujar Nouvendi kepada rekan wartawan. Dikutip dari Seputarriau.com (3/10/2021).

Menurut Nouvendi banyak informasi yang mengatakan Walikota memiliki tanah dilahan tersebut, karena itu Walikota terlihat sangat aktif melakukan kegiatan dilahan itu.

"Kami mendapat informasi bahwa ada tanah milik Walikota dilahan tersebut, Tersangka SJ sendiri yang menyampaikannya ke masyarakat, jadi kami menduga Walikota memang terlibat dalam penyerobotan lahan klien kami," jelas Nouvendi.

Ditanya mengenai kelanjutan somasi tersebut, Nouvendi mengatakan Kuasa Hukum H. Sulaiman akan melakukan upaya hukum baik terhadap Tersangka SJ, Walikota Pekanbaru bahkan Kepala Dinas, Camat hingga Lurah.

"Kami sedang mempersiapkan langkah hukum terhadap pemalsuan surat yang dilakukan Tersangka SJ, diduga Walikota juga terlibat dalam memuluskan perbuatan Tersangka SJ, " terang Nouvendi.

"Kami telah mengantongi bukti adanya dugaan keterlibatan Walikota dalam mempermudah Tersangka SJ membuat surat-surat atas tanah yang diserobotnya, bahkan informasinya Walikota sampai mengganti Camat dan Lurah yang tidak mau mempermudah penerbitan surat-surat tanah palsu milik Tersangka SJ," jelas Nouvendi.

"Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti dan saksi, begitu semua sudah lengkap kami segera akan laporkan, terhadap semua yang terlibat akan kita lakukan upaya hukum, Walikota, Kepala Dinas, Camat, Lurah siapapun yang terlibat akan kita lakukan upaya hukum," tambahnya.

Ditanya mengenai informasi ditangkapnya Tersangka SJ oleh Polda Sumut, Nouvendi membenarkan hal tersebut, menurut Nouvendi Tersangka SJ ditangkap karena diduga berupaya melarikan diri, SJ ditetapkan Tersangka atas perkara penipuan terhadap AK yang dijanjikan kebun durian musang king dan lahan diatas tanah H. Sulaiman.

"Ya benar, kami dapat informasi dari penyidik, bahwa Tersangka SJ sudah ditangkap, tepat 2 pekan setelah Penanaman Tanaman Porang yang dia lakukan dengan Walikota Pekanbaru," terangnya.

"Kami apresiasi kinerja Polda Sumut yang telah gerak cepat menangkap Tersangka SJ, karena menurut Penyidik dia diduga berusaha hendak melarikan diri," tambahnya.

"Ditangkapnya Tersangka SJ oleh Polda Sumut membuktikan kesombongannya selama ini menyebutkan dirinya tidak akan ditangkap sudah terbantahkan, itu bukti tidak ada yang kebal hukum, karena dimata hukum semua sama," tutupnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tidak ragu mengusut tuntas kasus-kasus mafia tanah di seluruh Indonesia. Upaya ini sejalan dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo yang fokus untuk memberantas praktik mafia tanah di Indonesia.

Kapolri Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk bekerja secara maksimal dalam memproses hukum kasus-kasus mafia tanah. Dia juga menegaskan kepada jajarannya untuk menindak siapa pun aktor intelektual di balik sindikat mafia tanah.

"Karena masalah mafia tanah menjadi perhatian Bapak Presiden, saya minta untuk jajaran tidak perlu ragu, proses tuntas, siapa pun backing-nya," kata mantan Kabareskrim Polri ini pula. Menurut dia, pemberantasan mafia tanah merupakan bagian dari program Polri Presisi atau pemolisian prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan (tempo.co).

Editor: Feri.S
Sumber: seputarriau,tempo.co

Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau mengetahui kejadian/peristiwa dimanapun atau ingin berbagi foto dan video, silakan dikirim ke nomor WA:  0812 6830 5177 - Atau EMAIL redaksi : aktualdetik19@gmail.com.
JANGAN LUPA 
Mohon dilampirkan data pribadi


 

Komentar Via Facebook :