Disinyalir terdengar publik segera di SP3-kan

Apa Kabar Kasus Dugaan Tipikor ROW PLN Babel Yang Sempat Di Geledah Kejati Bangka Belitung?

Apa Kabar Kasus Dugaan Tipikor ROW PLN Babel Yang Sempat Di Geledah Kejati Bangka Belitung?

Foto : Tim Satuan Khusus Kejati Babel saat menyita beberapa barang bukti berkaitan dengan kasus 2018 - 2020

BABEL AKTUALDETIK.COM -  Kasus dugaan Tipikor kegiatan Right Of Way (ROW) tahun 2018 - 2020 yang dibidik oleh Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Babel dinilai oleh publik seperti jalan di tempat, Kamis 09/09/2021.

Pasalnya, kasus dugaan Tipikor ini sudah mulai dilakukan penyelidikan oleh Pidsus Kejati sejak awal Juli 2021 yang lalu. Namun sampai kini perkembangannya belumlah memenuhi rasa keadilan masyarakat. 

"Saya berpendapat, Kejati ini kok terkesan tebang pilih dalam menelisik sebuah kasus. Unsur Locus delicti dan Tempus Delicti kan sudah jelas, nunggu apalagi? Kalau dibilang kekurangan penyidik juga enggak, ayolah kami menunggu Fiat Justitia Ruat Caelum secara komprehensif," tukas Ketua DPD PWRI Babel, M Kurniawan ketika dihubungi redaksi malam ini. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, pada 08/07/21 yang lalu tercatat ada lima titik penggeledahan yang dilakukan tim Pidsus Kejati Babel tersebut. Kelima titik tadi adalah, Haleyora Power,  PLN UP3 Pangkalpinang dan PLN wilayah Babel, PT Latif dan CV Pegasus.

Sementara itu, Kasipenkum Kejati Babel, Basuki Rahardjo waktu itu menyatakan bahwa dari hasil penggeledahan penyidik turut menyita barang bukti 189 item, berupa 189 dokumen, komputer, beserta laptop. 

"Jadi kegiatan ROW ini semacam perabasan pohon untuk mengamankan jaringan listrik, anggarannya (kegiatan ROW) itu pada tahun 2020 itu ± Rp 9 miliar,” kata Kasi Penkum Kejati Babel, Basuki Rahardjo pada wartawan, Jumat yang lalu (9/7/2021).

Tak hanya itu, wartawan juga melayangkan konfirmasi pada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Babel, Ketut Winawa melalui pesan whatsapp, sayangnya belum direspon oleh Aspidsus. 

Begitu juga pada Kasipenkum Kejati Babel, Basuki Rahardjo yang beberapa kali dikonfirmasi perihal kasus, sering menyepelekan konfirmasi media. 

Perlu diketahui, saat ini, ROW telah diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum pada SUTT, SUTET dan SUTT Arus Searah untuk Penyaluran Tenaga Listrik.

Dalam Permen itu dijelaskan, Right Of Way (ROW) atau ruang bebas adalah ruang yang dibatasi oleh bidang vertikal dan horizontal di sekeliling dan di sepanjang konduktor SUTT, SUTET, atau SUTTAS di mana tidak boleh ada benda di dalamnya demi keselamatan manusia, makhluk hidup, dan benda lainnya serta keamanan operasi SUTT, SUTET, dan SUTTAS.

Oleh sebab itu, maka dilakukan pemangkasan pohon yang berada di dekat jaringan listrik milik PLN. Tujuan utama dari pemangkasan pohon adalah untuk menjaga keamanan pasokan listrik. 

(Ris)
 

Komentar Via Facebook :