Mahasiswa Desak Gubernur

BEM Universitas Islam Riau Aksi di Depan Kantor Gubernur Riau

BEM Universitas Islam Riau Aksi di Depan Kantor Gubernur Riau

Aksi massa Mahasiswa UIR, Desak Gubernur Riau

PEKANBARU AKTUALDETIK.COM - Puluhan orang massa yang berasal dari Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau kembali melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur  Riau, Kamis 3/9/2020.

Pada hari itu, sekitar pukul 14.38 WIB, dengan jumlah 30 orang massa aksi yang tergabung dalam BEM Fakultas Pertanian UIR yang di pimpin oleh Rian Syahputra, (Gubernur BEM Fakuktas Pertanian UIR) dan Suhanta Naldy Purba (Koorlap) menyampaikan beberapa aspirasinya, yang ditujukan kepada Gubernur Riau, Drs. Syamsuar.

Adapun tuntutan mahasiswa dari fakultas Pertanian UIR tersebut yakni, meminta Gubernur Riau, Syamsuar untuk dapat segera menunjukkan kinerjanya dalam menangani persoalan 1,2 juta Hektar lahan Perkebunan Ilegal di Provinsi Riau,  yang oleh KPK telah memberikan hasil penyelidikannya kepada Pemerintah Provinsi Riau pertengahan tahun 2019.

Dari orasi mahasiswa yang berhasil dirangkum oleh awak media diketahui bahwa kelompok Mahasiswa menyampaikan tuntutannya kepada Gubernur Riau, diantaranya,

1. Mendesak Gubernur Riau untuk menyelesaikan 1,2 Juta Ha Lahan Illegal di Prov. Riau.

2. Mendesak Gubernur Riau untuk segera mencopot Ketua Tim Satgas dan Kadis DLHK Prov. Riau karena tidak berani menyelesaikan permasalahan Lahan Petusahaan yang masuk dalam kawasan hutan.

3. Mendesak Gubernur Riau untuk menutup Perusahaan yang mengatasnamakan Kelompok Tani diantaranya Kelompok Tani Kurun Makmur KM 72 Koridor RAPP Ds. Kenegerian Kec. Gunung Sahlian Kab. Kampar KM dengan luas 2942 Ha yang masuk dalam kawasan Hutan HPT dan lahan Kelompok Tani Tuas Rumpun KM 81 Ds. Seigati Kec. Langgam Kab. Pelalawan dengan luas 348 Ha yang masuk dalam kawasan Hutan HPT, untuk legalitas tidak ada mulai HGU, ijin pelepasan hutan dan SIUP.

Massa Aksi juga membawa dan membentangkan Spanduk yang bertulisakan, copot Ketua Satgas dan Kepala DLHK Provinsi Riau. Rian Syahputra (Gubernur BEM Faperta UIR), selaku Koordum menyampaikan orasi mengatakan pihaknya tidak akan pernah berhenti melakukan aksi tersebut jika Gubernur Riau, tidak menunjukkan hasil kinerjanya sesuai yang diharapkan oleh masyarakat.

,"Aksi Jilid I, sudah dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2020, dimana Aksi tersebut langsung ditanggapi oleh Kadis DLHK Riau namun setelah kami aksi, yang melaksanakan Audensi dengan DLHK Provinsi Riau bukannya kami malah pihak yang lain," Sebut Rian Syaputra.

Kejadian itu pun membuat BEM Faperta UIR Geram dan kecewa kepada DLHK Provinsi Riau yang mana BEM Faperta UIR yang pertama menyampaikan aspirasi terkait permasalahan Lahan Illegal 1,2 juta Ha di Provinsi Riau.

,"Banyak lahan masuk dalam kawasan hutan, selain megatas namakan Perusahaan dan para Pengusaha yang ingin menguasai Lahan yang begitu luas melakukan penipuan dengan modus mengatasnamakan kelompok Tani ataupun Koperasi untuk mengelabuhi petugas yang berwenang," katanya.

Tepat pada pukul 14.57 WIB, pihak Pemerintah Provinsi Riau, melalui Kasi Gakkum DLHK Provinsi Riau, Agus Sarwoko, memberikan tanggapannya dengan menjelaskan kepada massa aksi tentang serangkaian tindakan yang telah dilakukan pihaknya selama tugas Satgas Penertiban Lahan Ilegal ditetapkan.

,"Pada tanggal 25 September 2019 Gubernur Provinsi Riau sudah membentuk Tim Satgas Terpadu yang terdiri dari beberapa Instansi di Riau dengan tujuan Satgas tersebut untuk Penertiban kawasan hutan/lahan Illegal di provinsi Riau. Langakah-langkah yang sudah dilakukan Tim Satgas Terpadu adalah melakukan penyisiran di beberapa Perkebunan di wil. Provinsi Riau dan Kegiatan tersebut sudah diteruskan ke KLHK RI," paparnya.

Menurut Agus, saat ini untuk proses Perusahaan yang masuk dalam kawasan hutan/lahan Illegal masih terus berjalan.

,"Beberapa hari kemarin, tim Satgas Terpadu telah melakukan rapat untuk membahas Permasalahan Kawasan Hutan/Lahan Illegal di Provinsi Riau," Ungkap Agus.

Selanjutnya dari peserta Aksi, Rian Syahputra (Gubernur BEM Fakultas Pertanian UIR) menyerahkan petisi berupa pernyataan Sikap kepada Kasi Gakkum DLHK Riau,  Agus Sarwoko, dimana massa aksi meminta kepada Agus  selaku Kasi Gakkum DLHK Riau untuk menandatangani petisi dan menyerahkannya kepada Gubernur Riau.

,"Dan apabila dalam Waktu 7 (Tujuh) hari Petisi tersebut telah  diserahkan ke Pemprov Riau, dan  tidak membuahkan hasil maka BEM Faperta UIR akan kembali melakkukan Aksi Unras jilid III," pungkas Rian.

Editor : Feri Sibarani
Sumber : Kasintel KOREM


Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau mengetahui kejadian/peristiwa dimanapun atau ingin berbagi foto dan video, silakan dikirim ke nomor WA:  0812 6830 5177 - Atau EMAIL redaksi : aktualdetik19@gmail.com.
JANGAN LUPA 
Mohon dilampirkan data pribadi pengirim.,

Komentar Via Facebook :