Nasabah Kecewa

AN Nasabah ADIRA Finance Merasa Kecewa Atas Pelayanan Perwakilan Kantor Sorek

AN Nasabah ADIRA Finance Merasa Kecewa Atas Pelayanan Perwakilan Kantor Sorek

PT.Adira Dinamika Multi Finance Tbk perwakilan kantor Sorek yang beralamat di jalan lintas timur Sorek satu kecamatan pangkalan kuras kabupaten Pelalawan Riau

PELALAWAN AKTUALDETIK.COM - AN selaku Nasabah Dari PT.Adira  Dinamika Multi Finance Tbk perwakilan kantor Sorek yang beralamat di jalan lintas timur Sorek satu kecamatan pangkalan kuras kabupaten Pelalawan Riau ini merasa kecewa atas Pelayanan terhadap diri nya, Bagaimana tidak Nasabah AN yang merupakan Korban penarikan dari debkolektor PT.Adira Finance yang ketunggak masih dua Bulan angsuran tidak mendapat toleransi sedikit pun dari pihak perusahaan yang bergerak di bidang leasing 

Kepada awak media ini AN menjelaskan bahwa dimasa pandemi Covid19 ini saya dan suami tidak bekerja selama dua bulan akibat penerapan PPKM dan lockdown, jadi untuk kebutuhan rumah tangga aja masih sulit bang apalagi untuk cicilan motor, cetus AN.

AN juga menceritakan bahwa tepat nya di perumahan Engku putri Blok E No 10 kelurahan kerinci kota, sebuah sepeda motor milik nya merek N-max warna hitam dengan Nopol BM 4991 IT telah ditarik deckolektor dari PT.Adira Finance perwakilan kantor Sorek oleh Martono dan salah satu rekan nya pada hari Selasa tanggal 27/7/2021 tepat nya pada siang hari, yang pertamanya tidak menunjukkan surat tugas dan kartu pengenal serta dibekali surat fidusia dari Pengadilan, bahkan saat pertama pengambilan motor tersebut tidak ada memberikan surat surat apa pun," ucap AN.

Selain itu juga AN menyampaikan bahwa rekan Martono mendesak agar sepeda motor itu harus segera dibawa, dan pada sore hari nya mereka datang lagi memberikan saya beberapa surat yang menyuruh saya menandatangani itu,tapi saya menolak menanda tangani, Saya sangat takut kala itu bang karena saya sendiri dirumah suami saya lagi bekerja, jadi tanpa pikir panjang saya kasihkan motor itu, ucap AN

Tidak sampai disitu kata AN kepada awak media, beberapa hari setelah motor kami diambil sama deckolektor kami mencoba berusaha membayar tunggakan yang dua bulan, tapi kami sepertinya di persulit, yang unit nya katanya sudah di kantor Sorek lah, yang unit nya di Kerinci lah, yang unit nya yang di Pekanbaru lah katanya, seakan akan kami di oper sana sini oleh pihak leasing, dan kami disuruh menelepon atasannya HG," jelas nya.

Kemudian setelah itu tambah AN, saat saya menghubungi pak HG saya disuruh membayar lunas sisa tunggakan utang kami yang didalam, yang disebut itu pinalti katanya, saya sangat sedih bang dan tidak bisa berbuat apa apa lagi," ucap nya sambil meneteskan Air mata.

AN berharap Agar supaya ada keadilan bagi mereka yang tertindas oleh oknum oknum yang hanya memikirkan keuntungan semata tanpa memperdulikan masyarakat yang lemah akibat pandemi yang melanda Negeri ini. Jujur saya sangat kecewa bang dengan pelayanan Adira Finance itu," tutup AN.

Dan untuk menggali informasi yang lebih detail, awak media mencoba mengkonfirmasi langsung kepada HG selaku kepala HET deckolektor perwakilan kantor Sorek tepat nya di jln akasia Pangkalan Kerinci.

Kepada awak media HG menyampaikan bahwa itu semua sudah prosedur dari pimpinan bang, kita hanya menjalankan tugas dan peraturan nya apa bila unit sudah kita input ke ITI sistem itu sudah tidak bisa lagi di ganggu gugat, harus mengikuti proses lelang dan harus dibayar cash dengan membayar sisa utang yang ada didalam nya atau di sebut pinalti," ucap nya kepada awak media (5/8/2021).

Setelah itu awak media mencoba sharing bersama advokad ternama  Hendri Siregar SH, yang lagi naik daun dan sudah tidak asing lagi di pangkalan Kerinci.

Hendri Siregar menjelaskan bahwa sebetul nya proses penarikan itu harus berdasarkan surat Fidusia dari Pengadilan.

Seorang Debkolektor mengadakan penarikan sepeda motor tanpa dilengkapi surat Fidusia dari Pengadilan itu nama nya perampasan dan itu ada pidananya, dan tidak hanya itu setiap penarikan yang berhak mengeksekusi adalah pihak pengadilan, bahkan pihak kepolisian pun tidak berani melakukan penarikan apa bila tidak dilengkapi surat Fidusia dari pengadilan," ungkap hendrik siregar SH.

Hendrik juga menambahkan jika nasabah keberatan diambil sepeda motor nya, maka penarikannya harus dilakukan dengan cara mekanisme eksekusi di Pengadilan Negri," tutup nya.

(Sarumpaet)


Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau mengetahui kejadian/peristiwa dimanapun atau ingin berbagi foto dan video, silakan dikirim ke nomor WA:  0812 6830 5177 - Atau EMAIL redaksi : aktualdetik19@gmail.com.
JANGAN LUPA 
Mohon dilampirkan data pribadi.

Komentar Via Facebook :