Pengusaha Club malam perintah TNI ?

Pangdam I/BB Sebut 4 Anggota TNI Terbukti Bunuh Wartawan, Direspon Ketua SPRI Riau

Pangdam I/BB Sebut 4 Anggota TNI Terbukti Bunuh Wartawan, Direspon Ketua SPRI Riau

Foto : Panglima Kodam I/BB, Mayjen TNI Hasanuddin dan Ketua DPD SPRI Provinsi Riau, Feri Sibarani

PEKANBARU AKTUALDETIK.COM - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Provinsi Riau, Feri Sibarani, STP sayangkan keterlibatan 4 oknum TNI dalam pembunuhan Marsal Harahap, seorang wartawan di Pematang Siantar. Rabu 28/7/2021.

Berdasarkan pernyataan Pandam I/BB, Mayjen TNI Hasanuddin yang dilansir oleh media online Medan Pos 27 Juli 2021, diketahui bahwa terbukti 4 orang oknum TNI terlibat dalam aksi pembunuhan keji tersebut.

,"Pangdam I/BB Mayjen Hasanuddin saat mengintrogasi oknum TNI yang terlibat pembunuhan Pimred media online, di POMDAM I/BB Jalan Sena Medan," Dilansir Medan Pos Selasa (27/7/2021).

Bahkan dalam berita tersebut, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin membeberkan keterlibatan 4 anggota TNI dalam kasus pembunuhan wartawan Mara Salem Harahap alias Marsal.

Dalam konfrensi pers, Selasa (27/7) di Mako Pomdam I/BB Jalan Sena Medan, Pangdam I/BB menjelaskan peran masing-masing anak buahnya itu. Ada yang menjadi eksekutor dan penyedia senjata.

“Ke empat oknum TNI itu memiliki peran masing-masing,” kata Mayjen TNI Hassanudin dihadapan wartawan.

Jenderal bintang dua itu mengatakan, sesuai pengakuan para tersangka bahwa mereka tidak berniat membunuh Mara Salem Harahap, wartawan media online di Simalungun.

Lanjut Hassanudin, rencananya Praka AS dan tersangka lainnya tidak berniat membunuh tapi memang merencanakan penganiayaan terhadap korban. “Dalam assessment, penyidik melihat sikap batin dan niatan untuk memberikan pelajaran, dan bukan untuk membunuh. Arah sasaran itu adalah paha, karena mengenai aorta sehingga pendarahan tidak berhenti,” sebut dia.

Ke empat oknum TNI yang menjadi tersangka yakni AS, DE,PMP dan LS. Namun sebagai eksekutor adalah AS.

Pangdam mengatakan keseriusan dirinya menindak anggotanya yang berbuat kesalahan. “Kita lakukan penyelidikan lebih mendalam sehingga kita tahu ada keterlibatan 4 orang. Kita akan proses sesuai hukum yang berlaku,” sebutnya.

Dia menambahkan, terhadap Praka AS terancam 15 tahun kurungan penjara.

“Pasal yang dipersangkakan yaitu pasal 355 ayat 1 dan 2 KUHPidana tentang penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu. Diancam pidana 12 tahun. Manakala perbuatan itu menyebabkan kematian, ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun,” kata Pangdam I/BB Mayjen Hasanuddin.

Hasanuddin menjelaskan, terungkapnya keterlibatan DE,PMP dan LS berdasarkan keterangan AS.

“Awalnya kita menangkap AS darinkost-kosan di kawasan Kota Tebing Tinggi pada Jumat (25/6/2021).

Motif dari peristiwa itu tambah Pangdam karena sakit hati.

“Motifnya karena tersangka S selaku pemilik karaoke Ferrari merasa sakit hati terhadap korban yang kerap memberitakan tentang maraknya narkoba di tempat hiburan malam miliknya yang ada Kota Pematangsiantar. “S pun memerintahkan Y dan AS untuk memberi pelajaran kepada korban, ini lah motifnya, dan uang sebesar Rp15.000.000 dikirim S ke rekening AS untuk membeli senjata,” ucapnya.

Terkait sanksi pemecatan kepada AS, Hasanuddin mengatakan hal itu akan diputuskan di Pengadilan Militer. AS akan langsung diserahkan untuk mengikuti proses sidang.

“Proses sidang kita ikuti bersama,” pungkasnya.

Atas proses hukum yang sudah berjalan tersebut, ketua DPD SPRI Provinsi Riau, Feri Sibarani sangat apresiasi dengan keseriusan Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hasanuddin, sekalipun hukuman atas aksi pembunuhan itu belum mengindikasikan pemecatan terhadap ke 4 Anggota TNI tersebut, namun Feri menilai keseriusan yang di perlihatkan Panglima Kodam sudah cukup bagus dan disebut jarang terjadi di internal TNI.

,"Pertama saya menilai Bapak Pangdam sudah mulai objektif dan cukup tegas terhadap anggotanya. Paling tidak ini sebuah gaya baru dalam internal TNI, jarang-jarang kita mendengar keseriusan yang seperti ini, semoga saja ke 4 Anggota TNI itu langsung dipecat di peradilan Militer," sebut Feri di Pekanbaru.

Menurut Feri hal ini tidak menutup kemungkinan atas perintah tegas dari Panglima Komando Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, yang memang dikenal cukup tegas terhadap anggotanya.

,"Saya prediksi keseriusan penanganan kasus ini juga di dorong oleh ketegasan dari KSAD Jenderal Andika Perkasa, yang kita ketahui sangat tegas terhadap anggotanya yang berani melakukan kesalahan, apalagi membunuh Wartawan," urai Feri menjelaskan.

Namun satu hal yang di dasayangkan Oleh Ketua Organsiasi Pers di Riau ini, bahwa ada keanehan pada proses pembunuhan Marsal Harahap, sebagaiamana disampaikan oleh Pangdam I/BB Mayjen Hasanuddin, diamana disebutnya bahwa Bos salah satu club malam (Ferrari) disebutkan memerintah ke 4 Anggota TNI untuk melakukan pembunuhan Marsal dengan mentransfer dana sebesar Rp 15 jutaan untuk membeli senjata api.

,"Pada poin ini saya lihat ada ke anehan, kenapa seroang pengusaha Club malam, yang diduga kuat sebagai pen nyaji Narkoba, bisa-bisanya memerintah Anggota TNI? Gak mungkin itu bisa terjadi jika tidak ada sebuah hubungan yang telah terjalin sebelumnya, atau ke 4 Anggota TNI ini hanya suruhan atasannya? Ini kan memunculkan pertanyaan publik," tanya Feri heran.

Menurutnya, tugas dan fungsi TNI itu sudah jelas diatur dalam Undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI.

,"Sesuai dengan Undang-Undang Nomor. 34 tahun 2004 tentang TNI pasal 7 ayat (1), tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa, bukan jadi suruhan pengusaha Club malam, apalagi membunuh masyarakat," terang Feri.

Feri Sibarani sebagai ketua organisasi Pers di tingkat DPD Riau juga dalam keterangan Persnya, tak lupa berharap kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, agar dapat membawa perubahan dalam organisasi TNI AD, khususnya terkait tindakan-tindakan di luar tupoksi TNI dari oknum-oknum anggota TNI, yang kerapkali terdengar dalam dunia Pers.

,"Kami sebagai pimpinan organisasi Pers di tingkat DPD, yang menganyomi banyak Wartawan investigasi, baik itu mengungkap Narkoba, Judi, BBM Ilegal, Ilegal logging, dan lain-lain, memohon kepada Bapak Andika Perkasa, agar dapat menindak tegas semua Oknum anggota TNI yang terbukti terlibat dalam hal-hal yang melanggar aturan organisasi TNI, terutama yang kerap mengintimidasi Wartawan karena disuruh pengusaha atau pihak-pihak tertentu," pungkasnya.

(IZ)


 

Komentar Via Facebook :