Negara Guncang

Presiden Terbunuh Pagi Ini, Dampak Kekisruhan Politik Dalam Negeri

Presiden Terbunuh Pagi Ini, Dampak Kekisruhan Politik Dalam Negeri

Foto : Petugas Kemanan Kediaman Presiden Haiti pasca Pembunuhan

PEKANABARU AKTUALDETIK.COM - Presiden akhirnya terbunuh di kediaman nya oleh beberapa orang Pembunuh bayaran, diduga ada kaitannya dengan pengangkatan perdana menteri baru yang diketahui meningkatkan gejolak politik di Negeri dengan julukan termiskin di Dunia. Jumat 9/7/2021.

Presiden Haiti, Jovenel Moïse, yang berusia 53 tahun, telah dibunuh di kediamannya sendiri. Berdasarkan penuturan Perdana Menteri sementara ibu negara Martine Moïse pun turut menjadi korban dan mengalami luka serius dalam peristiwa penembakan Presiden Haiti.

Pembunuhan tersebut dilakukan kelompok komando bersenjata yang menyerang kediaman Presiden Haiti pada Rabu, 7 Juli 2021, sekira pukul 1 pagi.

Menurut Bocchit Edmond, duta besar Haiti di Washington, AS, pembunuhan Presiden dijalankan komando profesional asing yang terlatih.

Dikutip dari New York Post, kemungkinannya saat ini mereka telah meninggalkan Haiti. Di sisi lain, Perdana Menteri sementara telah dengan cepat melakukan pengepungan, menutup perbatasan Haiti, dan memberlakukan darurat militer.

Para pelaku datang ke kediaman Presiden yang dijaga dengan mengaku sebagai anggota US Drug Enforcement Administration (DEA).

Menurut para pejabat, kelompok bersenjata yang menghabisi Presiden berbicara dengan bahasa Spanyol dan Inggris. Sedangkan penduduk asli Haiti berbahasa Kreol Prancis dan Haiti sebagai bahasa utama di negaranya.

Claude Joseph, Perdana Menteri sementara Haiti, telah menyatakan situasi darurat namun meminta masyarakat untuk tetap tenang.

Dilansir oleh media setempat, kabarnya  serangan itu terjadi di rumah Moïse di distrik Pelerin 5 di Pétionville. Daerah tersebut merupakan daerah vila di perbukitan yang rimbun yang dikenal sebagai daerah yang aman di atas ibukota Port-au-Prince.

Sementara istri Presiden mengalami luka berat dan dilarikan ke rumah sakit di Miami, ketiga anaknya dilaporkan selamat. Serangan itu terjadi hampir 24 jam setelah Presiden Jovenel menunjuk seorang perdana menteri baru, Ariel Henry.

Ia ditunjuk guna mengambil alih kepala pemerintahan dan mempersiapkan Haiti untuk pemilihan presiden dalam dua bulan ke depan.

Jovenel merupakan seorang mantan pengusaha yang menjadi penerus politik dari mantan presiden Michel Martelly.

Dalam beberapa tahun ini, Haiti telah mengalami gejolak politik dan kerusuhan. Pembunuhan itu diperkirakan dilakukan untuk menjerumuskan negara miskin tersebut ke dalam kekacauan yang lebih parah.

(Fer/The N T)

Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau mengetahui kejadian/peristiwa dimanapun atau ingin berbagi foto dan video, silakan dikirim ke nomor WA:  0812 6830 5177 - Atau EMAIL redaksi : aktualdetik19@gmail.com.
JANGAN LUPA 
Mohon dilampirkan data pribadi

Komentar Via Facebook :