Rokok Tasikmalaya

Ahmad Furqon : Setahun Ini di Bisnis "Rotama" Omzet Capai Dua Miliar Lebih

Ahmad Furqon : Setahun Ini di Bisnis "Rotama" Omzet Capai Dua Miliar Lebih

Ahmad Furqon (tengah) bersama membernya baru bergabung.

SEMARANG AKTUALDETIK.COM - Rokok merupakan kebutuhan sekunder kaum Adam khususnya bagi penikmatnya walaupun kaum hawapun juga banyak mengkonsumsinya. Ratusan rokok berbagai merk yang beredar dipasar saling kompetitif dalam menggaet konsumennya.

Salah satunya Rokok Tasikmalaya (Rotama) adalah satu dari ratusan kompetitor merk rokok yang mulai ramai dilirik sebagai alternatif pilihan bagi konsumen penggemar rokok.

Rokok Rotama dibawah PT. Makmur mulai berproduksi dan mulai memasarkannya sejak awal 2018 dan penjualannya secara konvensional. Namun mulai setahun ini dari pertengahan juli 2020 PT. Dwi Sukma Mitra Rotama bermitra dengan PT. Makmur dalam bisnis Rokok Rotama.

Sama sama menggunakan merk Rotama namun yang dari PT. Makmur dalam pemasarannya menggunakan sistem konvensional dan Rotama dibawah PT. Dwi Sukma Mitra Rotama (DSMR) melalui Multi Level Marketing (MLM).

Drs. Ahmad Furqon.M.Pd adalah salah satu sosok yang sukses di balik produk rokok Rotama. Aktualdetik.com sempat mengajak ngobrol santai di RM.Raos Echo yang terletak dijalan Brigjen Katamso no 30 (Majapahit) Semarang, kamis kemaren( 24/6/2021) 

Furqon menceritakan bahwa dirinya mulai menekuni bisnis ini karena perokok disamping itu kebetulan dia teman owner dari H. Didi Kusnandar Owner PT. DSMR.

"Kami mulai gabung dan menjalankan bisnis ini sejak 16 juli 2020 kebetulan pas ultah istri saya jadi hampir satu tahun besok juli 2021," ucapnya.

Dirinya mengaku dalam menjalan bisnis rokok herbal rotama sudah memiliki member 2016 dan kebetulan dirinya sudah menempati posisi Manager, sebutan dalam tingkatan bisnis MLM Rotama ini.

Di Indonesia yang sudah menempati posisi Manager baru tiga orang dia menyebut pertama dirinya, lalu H. Irfan dan H. Ujang Lutfi 20 tahun meraih posisi manager tercepat dan termuda," ujar Furqon.

Kiat kiat yang diterapkan Furqon dalam menjalankan bisnis hanya bikin Stokies di daerah-daerah di Jateng. Untuk syarat menjadi stolies, lanjutnya belanja produk rotama sebesar tujuh juta.

Kami di Jateng sudah memiliki Stokies sejumlah 51 stokies dengan dua center stokies dimana per center stokis modal 150 juta, yang ada baru di Demak dan Semarang," terang Furqon.

Menurutnya ini merupakan kesempatan paling bagus apabila yang akan bergabung menjadi member kami karena di Indonesia selama setahun baru 16 ribu member. Jadi kesempatan masih terbuka lebar  apalagi di Semarang membernya baru hitungan jari," paparnya.

Furqon sedikit menceritakan  Rotama di bawah PT. DSMR ini memiliki saham 30 persen di PT. Makmur, yang membedakan kalau rotama dari PT.Makmur di jual secara konvensional tetapi Rotama dibawah PT. Dwi Sukma Mitra Rotama di pasarkan secara jaringan atau MLM dan produk Rotama yang di MLM kan menggukan 27 bahan rempah.

Rokok Rotama ini menyediakan 6 varian dianataranya rotama pulen, Aksa harga 13 ribu per-bungkus lalu rotama koper dan aksen harga Rp.17.000, per-bungkus serta rotama Herb  Rp.21.500 per-bungkus dan rotama Herbs Slim Rp.17.500 per-bungkus.

"Juli 2021 lusa kami sudah.memiliki Surat Ijin Penjualan Langsung ( SIPL) serta Asosiasi Penjual Langsung Indonesia ( APLI) karena ini merupakan syarat di MLM," pungkasnya aaat mengakhiri perbincangan.

Kini dirinya dalam roadshownya untuk mengembangkan jaringan MLM Rotama terutama di Jateng tidak menutup kemungkin keliling diluar pulau jawa untuk meraih kesuksesan melalui Rotama.

    #M.Taufiq

Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau mengetahui kejadian/peristiwa dimanapun atau ingin berbagi foto dan video, silakan dikirim ke nomor WA:  0812 6830 5177 - Atau EMAIL redaksi : aktualdetik19@gmail.com.
JANGAN LUPA 
Mohon dilampirkan data pribadi.

Komentar Via Facebook :