Langkah Nyata Pemko Pekanbaru Menekan Angka Putus Sekolah

Agung Nugroho Dorong Zero Anak Putus Sekolah, Ribuan Siswa Dapat Seragam Gratis

Agung Nugroho Dorong Zero Anak Putus Sekolah, Ribuan Siswa Dapat Seragam Gratis

Foto : Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho

AKTUALDETIK.COM, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, berbagai program strategis digulirkan untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi maupun persoalan sosial lainnya,Jumat (12/6/2026).

Salah satu langkah yang menjadi perhatian utama pada tahun 2026 adalah pelaksanaan Program Zero Anak Putus Sekolah. Program ini dirancang untuk menekan angka putus sekolah sekaligus mengembalikan anak-anak yang telah berhenti belajar agar dapat kembali memperoleh hak pendidikan yang layak.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, pemerintah akan melakukan pendataan secara aktif terhadap anak-anak yang tidak lagi bersekolah. Pendataan tersebut dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak terkait agar penyebab putus sekolah dapat diidentifikasi secara tepat dan dicarikan solusi yang sesuai.

“Program Zero Anak Putus Sekolah ini sangat penting. Kami akan bergerak mencari anak-anak yang putus sekolah, baik karena faktor ekonomi, lingkungan, maupun penyebab lainnya,” ujar Agung, Ahad (14/6).

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menghadirkan kebijakan yang mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini rentan mengalami hambatan dalam mengakses pendidikan.

Selain fokus pada penanganan anak putus sekolah, Pemko Pekanbaru juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar siswa, salah satunya seragam sekolah. Selama ini, biaya pengadaan seragam masih menjadi beban bagi sebagian keluarga, terutama mereka yang berada dalam kondisi ekonomi kurang mampu.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan anggaran khusus untuk program bantuan seragam sekolah gratis. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan semangat belajar siswa.

“Kami harus lebih peka terhadap kondisi masyarakat dan segera menghadirkan solusi yang nyata. Karena itu, pemerintah menyiapkan anggaran khusus guna membantu siswa dari keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan seragam sekolah,” kata Agung.

Berbeda dengan pola bantuan sebelumnya yang lebih banyak mengacu pada data penerima bantuan sosial, program kali ini menerapkan mekanisme verifikasi yang lebih komprehensif. Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran sekaligus menjamin transparansi dalam penyaluran bantuan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat optimal bagi warga yang membutuhkan.

“Tim akan melakukan peninjauan langsung ke rumah calon penerima bantuan. Dengan cara ini, bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.

Pemko Pekanbaru juga membuka ruang partisipasi bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi untuk mengajukan bantuan melalui sekolah masing-masing. Seluruh data yang masuk nantinya akan diverifikasi oleh instansi terkait sebelum ditetapkan sebagai penerima manfaat.

“Kami membuka pendaftaran bagi masyarakat yang merasa tidak mampu membeli seragam sekolah. Setelah diverifikasi oleh Dinsos dan Disdik, bantuan akan disalurkan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Agung.

Dalam program tersebut, setiap siswa penerima bantuan akan memperoleh lima stel seragam sekolah. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk mendukung kebutuhan belajar siswa selama satu tahun ajaran sekaligus mengurangi beban pengeluaran keluarga.

Pemerintah menargetkan sekitar 7.000 hingga 8.000 siswa dari keluarga kurang mampu akan menerima manfaat program ini. Dengan jumlah penerima tersebut, puluhan ribu stel seragam sekolah disiapkan melalui anggaran daerah sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan.

“Dengan masing-masing penerima memperoleh lima stel seragam sekolah, jumlah pakaian yang disiapkan mencapai puluhan ribu stel. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban orang tua sekaligus memastikan anak-anak tetap bersekolah,” ungkap Agung.

Program bantuan seragam gratis dan Zero Anak Putus Sekolah menjadi bagian dari visi Pemko Pekanbaru dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Pemerintah berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Melalui program tersebut, Pemko Pekanbaru tidak hanya berupaya mengatasi persoalan pendidikan yang terjadi saat ini, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi peningkatan kualitas generasi muda sebagai aset pembangunan daerah di masa mendatang. (Adv)

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait