Walikota Medan Dituntut Bertanggungjawab
Dinilai Rasis Dan Intoleran, Surat Edaran Walikota Medan Didemo, Mendagri Diminta Atensi
Foto Pengurus Asosiasi Pedangang Babi, peserta aksi Demo didepan kantor Walikota Medan
MEDAN, AKTUALDETIK.COM - Dampak Surat Edaran (SE) Walikota Medan, Rico Waas, semakin meresahkan warga kota Medan, bahkan masyarakat Sumatera Utara. Terlihat, hari ini, 20 Februari 2026, ribuan warga lakukan aksi protes di halaman kantor Walikota Medan dan minta pertanggungjawaban untuk keadilan dan terjaminya Hak Asasi Manusia.
Kamis (26/2) sekira pukul 14.00 WIB, Para pendemo memprotes surat edaran Wali Kota Medan No 500-7.1/1540 yang diduga menimbulkan keresahan dan ketidakpuasan di kalangan masyarakat pedagang babi dan konsumen.
Demo ini merupakan tuntutan masyarakat yang merasa tidak puas dengan kebijakan Wali Kota Medan terhadap surat edaran tersebut.
Massa aksi, yang terdiri dari berbagai kelompok, termasuk GAMKI, Horas Bangso Batak (HBB) dan Pemuda Batak Bersatu (PBB) juga masyarakat adat Batak Toba, Karo dan Nias dengan membawa spanduk melakukan orasi menuntut kejelasan dan transparansi terkait surat edaran Walikota Medan tersebut.
Aksi demo ini berlangsung dengan tertib, namun sempat diwarnai dengan aksi yang saling dorong mendorong bersama pihak aparat kepolisian. Polisi, Satpol PP dan pihak TNI yang berjaga di lokasi berusaha menenangkan massa dan membuka komunikasi dengan perwakilan demonstran.
Salah satu warga yang turut hadir dalam aksi itu berhasil di wawancarai awak media ini (SL) menjawab pertanyaan wartawan mengatakan, dirinya sangat sedih dan miris saat mengetahui adanya kebijakan yang tidak berperi kemanusiaan dari seorang Walikota Medan, Rico Waas.
"Baru ini kita menyaksikan kebijakan yang sangat fatal dan tidak berperi kemanusiaan dari Walikota Medan. Apakah warga, khususnya para pedangang daging Babi di kota Medan ini bukan Manusia? atau tidak beragama? Apakah hanya agama Walikota yang paling benar, sehingga harus dia gusur warga Batak, Kristen, yang berusaha dagang Babi? Padahal Negara saja menjamin perbedaan, termasuk agama dan keyakinan masing-masing" Kata SL dengan nada kesal melihat perbuatan Walikota Medan, Rico Waas, yang dinilai Rasis dan Intoleran.
Menurutnya, perbuatan Walikota Medan ini sudah tidak pantas untuk seorang Pemimpin di Kota Medan. SL Bahkan mengatakan, agar Rico Waas, segera mundur dari jabatan dan kedudukan nya sebagai Walikota Medan.
"Kalau tidak bisa menerima perbedaan warga kota Medan, dan menghargai semua perbedaan, termasuk selera dan jenis makanan warga nya, keluar aja dari Medan. Dan kami minta kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, agar segera mengevaluasi dan mencopot Rico Waas ini. Ini sudah sangat tidak pantas" Ujar SL.
Tuntutannya, mulai dari meminta klarifikasi pencabutan atas surat edaran Wali Kota Medan hingga menuntut agar pihak Satpol PP tidak melakukan penggusuran serta penutupan pedagang babi di pinggir jalan.
Aksi demo ini menunjukkan betapa pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan. Masyarakat menuntut agar suara mereka didengar dan hak-hak mereka dihormati.
Sampai berita ini diturunkan, sejumlah pihak mewakili elemen pendemo masih berada di Kantor Walikota Medan untuk melakukan negosiasi terhadap Walikota Medan.
Medan, Kamis 26 Februari 2026
Santy Lusia, SE



Komentar Via Facebook :