Personil Polsek Serbalawan Berhasil Amankan Pelaku Pembunuh Zahra

Personil Polsek Serbalawan Berhasil Amankan Pelaku Pembunuh Zahra

Foto : Kapolsek Serbalawan Iptu Sembiring dan Kanit Reskrim serta Jajaran Polsek dan Puluhan Warga saat di TKP lokasi penemuan mayat

AKTUALDETIK.COM, SIMALUNGUN - Personil Polsek Serbalawan Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, telah berhasil amankan pelaku pembunuhan Almarhum Zahra Ramadhani, warga Dolok Ulu Kecamatan Tapian Dolok dalam waktu hitungan lima jam setelah penemuan jenazahnya Zahra Ramadhani.

Berdasarkan hasil informasi yang di himpun oleh awak media ini di TKP, dari Kapolsek Serbalawan Iptu Gunawan Sembiring, Minggu, 28 Desember 2025, mengaku pada awak media ini, kalau info penemuan mayat tersebut diketahui dari laporan pihak pengamanan Security perkebunan PT. Bridgestone pada kanit reskrim Polsek Serbalawan. 

"Kita dari pihak kepolisian Polsek Serbalawan jajaran polres Simalungun, menerima informasi bahwasanya ada penemuan mayat di kebun ini, berawal dari adanya dua orang pemancing ikan tanpa sengaja lintas dari lokasi kejadian. Namun kedua orang pemancing tersebut menemukan ada mayat wanita yang tak dikenal. Selanjutnya kedua orang tersebut melaporkan ke pihak perkebunan bagian pengamanan security kebun Bridgestone. Kemudian pihak perkebunan Bridgestone menginformasikan ke kanit reskrim Polsek Serbalawan Ipda Radot Siagian, setelah itu Ipda Radot Siagian melaporkan informasi tersebut kepada saya via whatsapp, selanjutnya saya melaporkan ke polres Simalungun guna untuk supaya tim inafis polres Simalungun bekerjasama dengan Polsek Serbalawan untuk mengidentifikasi mayat tersebut," Jelasnya iptu Gunawan Sembiring pada awak media ini di TKP. 

Kemudian awak media ini memperjelas informasi tersebut kepada Ipda Radot Siagian kanit reskrim Polsek tersebut, saat di lokasi dan Ipda Radot Siagian membenarkan kalau informasi tersebut diterima dari yang bernama Nobot, salah satu pihak pengamanan security perkebunan Bridgestone sehingga personil Polsek Serbalawan dalam waktu 10 menit personil polsek Serbalawan sampai di TKP lokasi penemuan mayat tersebut. 

"Benar bang, Saya Terima informasi penemuan mayat itu dari si Nobot, dia bagian pengamanan security di kebun Bridgestone. Si Nobot ini lah yang menginformasikan ke saya bahwasanya di perkebunan Bridgestone tepatnya di Dolok Ulu ada mayat wanita tak dikenal, lalu saya laporkan ke komandan saya Iptu Gunawan Sembiring sebagai Kapolsek saya di Serbalawan. Selanjutnya atas arahan dari kapolsek, saya pun langsung menghubungi beberapa anggota supaya segera dan secepatnya kelokasi ini bang. Pungkasnya Ipda Radot Siagian. 

Setelah kita sampai di lokasi penemuan mayat ini bang, kemudian korban kita ketahui dari beberapa warga yang ada dilokasi ini, kalau korban bernama Zahra Ramadhani siswi kelas. III SMP Negeri II. Tapian Dolok, korban meninggal dunia diduga dihantam pakai batu atau kayu dibagian kepalanya korban. Menurut pengakuan warga yang ada di sekitar lokasi kejadian ini kalau korban warga Pondok Pabrik. Nagori Dolok Ulu. Kecamatan Batu Nanggar bang. Jelasnya Ipda Radot Siagian mengakhiri percakapannya. 

Berdasarkan hasil pantauan langsung oleh awak media ini di lokasi kejadian penemuan mayat Zahra Ramadhani korban pembunuhan tersebut, minggu, 28/12, sekira pukul, 16.09 wib. Jajaran Polsek Serbalawan berjumlah sekitar sepuluh personil yang respon cepat dan sigap di TKP. Sembari menunggu kehadiran tim inafis. Kapolsek Serbalawan Iptu Gunawan Sembiring dan Kanit reskrim beserta kedelapan personilnya membuat garis polisi di sekitar TKP sesuai yang di foto oleh awak media ini. 

Singkat kronologinya sekitar pukul, 19.49 wib. Tim inafis dari polres Simalungun tiba di lokasi penemuan mayat Zahra Ramadhani. Kemudian tim inafis polres Simalungun mengidentifikasi mayat tersebut, setelah di identifikasi oleh tim inafis polres Simalungun, mayat Zahra Ramadhani adalah korban pembunuhan dengan sadis.

Menurut keterangan pihak inafis polres Simalungun. Kalau korban sebelum meninggal dunia ada dugaan korban terlebih dahulu di lecehkan oleh pelaku. Karena berdasarkan hasil pemeriksaan tim inafis polres Simalungun, mahkota si korban dan anusnya ada ditemukan bekas benda tumpul. 

"Setelah kita periksa mayatnya, positif korban pembunuhan dengan sadis. Ada dugaan sebelum dibunuh oleh pelaku. Korban dilecehkan terlebih dahulu kemudian dibantai sampai tewas. Alasan kita mengatakan itu berdasarkan hasil pemeriksaan tim yang sudah kita laksanakan, dan ditemukan ada bekas benda tumpul dibagian sensitif, (mahkota dan anus milik korban)," Singkatnya tim inafis polres Simalungun pada awak media ini. 

BES72

Komentar Via Facebook :