Kongres I GPP Resmi Dibuka, Penguatan Pembumian Pancasila Jadi Agenda Utama
Foto : Kongres I sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VII Gerakan Pembumian Pancasila (GPP)
Aktualdetik.com, Semarang – Pelaksanaan Kongres I sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VII Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) yang digelar di Semarang pada 5–7 Desember 2025 menjadi momentum strategis dalam meneguhkan kembali komitmen kebangsaan serta memperkuat arah perjuangan pembumian nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika bangsa. Agenda nasional ini menghadirkan para pengurus dan kader GPP dari berbagai provinsi, menjadikannya ruang konsolidasi penting untuk merumuskan langkah-langkah ideologis ke depan.
Kongres I GPP tahun 2025 ini mengusung tema “Peringatan ke-80 Tahun Kemerdekaan Indonesia dari Hari Lahir Pancasila: Quo Vadis Cita-cita Revolusi Nasional?!”. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di Mutiara Ballroom, Metro Park View Hotel Semarang, Jumat (5/12).
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP Gerakan Pembumian Pancasila, Dr. Antonius D.R. Manurung, M.Si, menegaskan bahwa Kongres I menjadi tonggak penting perjalanan organisasi dalam memperkuat relevansi Pancasila sebagai dasar berpikir, bertindak, dan memajukan kehidupan berbangsa.
“Kita hadir di sini bukan sekadar berkongres, tetapi meneguhkan kembali bahwa Pancasila harus dibumikan secara nyata menjadi pedoman hidup yang mampu menjawab tantangan bangsa hari ini. Pembumian Pancasila bukan slogan, melainkan gerakan peradaban,” ujarnya.
Antonius juga menekankan bahwa momentum 80 tahun Indonesia merdeka sejak lahirnya Pancasila diharapkan menjadi refleksi bersama untuk mengukur sejauh mana cita-cita revolusi nasional telah diwujudkan.
“Quo vadis? Ke mana arah cita-cita revolusi nasional kita? Pertanyaan ini harus dijawab melalui kerja-kerja nyata, bukan retorika. Kongres ini menjadi ruang bagi kita untuk menyusun strategi lebih konkret dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Sementara itu, Pembina DPP Gerakan Pembumian Pancasila, Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga keteguhan karakter bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi teknologi.
“Pancasila adalah jangkar bangsa. Ketika dunia bergerak cepat, jati diri bangsa harus tetap kokoh. GPP memiliki peran besar dalam menjaga, merawat, dan meneguhkan nilai-nilai ini agar tidak tergerus,” tegasnya.
Wisnu juga mengapresiasi semangat seluruh peserta dari berbagai daerah yang hadir dengan komitmen tinggi membawa misi penguatan nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat.
“Semangat para kader GPP di seluruh Indonesia adalah bukti bahwa nilai-nilai Pancasila masih hidup dan menjadi kekuatan moral bangsa. Konsolidasi seperti ini penting untuk memperkuat jejaring gerakan di tingkat nasional,” tambahnya.
Kongres I dan Rakernas VII GPP 2025 akan berlangsung selama tiga hari, membahas sejumlah agenda strategis, termasuk penguatan kelembagaan, arah gerakan pembumian nilai Pancasila, serta penyusunan rekomendasi kebangsaan.
Penulis : M.Taufiq



Komentar Via Facebook :