Ketua KPU Riau Harus Didukung
Ketua KPU Riau Tegas Kepada Dr Syafriadi, LP-KKI Sebut Rusidi Rusdan Sosok Tak Kenal Takut
Foto: Ketua LP-KKI, Feri Sibarani, S.H., M.H, dan Ketua Komisi Pemilihan Umum, Rusidi Rusdan
AKTUALDETIK.COM - Debat publik antara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur riau di Mal SKA Co Ex 29 Oktober menjadi bukti betapa peran Komisi Pemilihan Umum sangat menentukan. Tak tanggung-tanggung, ketua KPU Riau, Rusidi Rusdan demi untuk menjaga profesionalitas dan integritas, serta netralitas pemilu, ia berani "menghukum" satu panelis, Dr Syafriadi, karena terbukti melanggar pakta integritas. 30/10/2024.
Ia menghukum dengan tidak diperbolehkan lagi, Dr Syafriadi menjadi panelis dalam rangkaian pemilu kepala daerah provinsi Riau.
"Setelah melakukan klarifikasi, pleno KPU Riau memutuskan bahwa Dr Syafriadi dinyatakan bersalah melanggar pakta integritas,” terang Rusidi Rusdan.
Bentuk pelanggaran tersebut di nilai menjadi sangat fatal, ketika yang bersangkutan (Dr Syafriadi_red) ternyata melakukan pertemuan terlebih dahulu dengan salah satu pasangan calon gubernur, sebelum melakukan debat publik.
"Sebagai panelis, tindakan ini dinilai melanggar etika profesional dan merusak prinsip netralitas yang harus dijaga dalam proses debat publik,” tegas Rusidi Rusdan.
Atas sikap Ketua KPU Riau itu, salah satu lembaga masyarakat Riau, Lembaga Pemantau Kebijakan Pemerintah dan Kejahatan di Indonesia (LP-KKI)pun menyatakan dukungannya pada KPU Riau.
"Pertama kami mau katakan, bahwa posisi KPU dalam debat itu, termasuk dalam semua tahapan pemilu sangat menentukan kualitas demokrasi di Indonesia. Semua soal kecurangan, kemunduran demokrasi, kejahatan politik, dimulai melalui tahapan pemilu. Apa yang dilakukan oleh Dr Syafriadi adalah fatal. Masa sebelum acara debat bertemu dulu dengan pasangan lainnya, ada apa? Disinilah keberanian seorang Ketua KPU teruji. Dan saya kenal karakter pak Rusidi Rusdan, dia itu tidak kenal takut" Kata Ketua LP-KKI Feri Sibarani, S.H., M.H hari ini di Pekanbaru.
Feri pun menyatakan dukungan nya kepada KPU Riau. Bahkan ia menyerukan kepada masyarakat luas agar turut perduli dengan kualitas demokrasi di Riau. Menurutnya, tidak cukup hanya KPU, tetapi rakyat juga harus menjaga kemurnian demokrasi untuk melahirkan pemimpin-pemimpin berkualitas di provinsi Riau.
"Kita tidak mau Riau ini nantinya dipimpin oleh orang yang tidak tulus membangun Riau. Yang hanya ingin merampok kekayaan Riau dengan semua kemampuan politiknya. Karena jika saja dalam debat publik sudah mulai " bermain " apalagi dalam memimpin pemerintahan "Lanjut Feri.
Tak hanya itu, Feri Sibarani juga meminta KPU Riau benar-benar serius dan harus hati-hati terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang kemungkinan besar akan bermain manuver untuk meraih kemenangan. Tak diragukan lagi, politik uang untuk mendapatkan suara adalah jurus terampuh yang banyak digemari oleh paslon maupun masyarakat.
"KPU bersama Badan Pengawas Pemilu harus komitmen menjaga kecurangan yang sangat potensial terjadi. Masyarakat juga ia minta agar di ingatkan, di edukasi dalam berdemokrasi yang benar sesuai aturan undang-undang. Jangan hanya menyelamatkan kantong pribadi semata-mata dalam berdemokrasi, tetapi kita semua, termsuk masyarakat Riau harus bertanggungjawab melaksanakan pemilu yang benar, dan tidak menerima suap dari paslon mana pun" Pinta Feri.
Menurutnya, Riau adalah daerah yang sangat kaya dan berlimpah sumber daya alam. Namun jika dilihat taraf hidup masyarakatnya, masih banyak yang hidupnya sangat susah dan miskin, karena tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah.
"Niat pemerintah itu selama ini tidak ada ingin membantu masyarakat. Semua hanya ingin perkaya diri sendiri dan kelompoknya saja. Kebanyakan pemimpin itu kalau sudah duduk sebagai kepala daerah,cenderung hanya memikirkan pribadinya, kelompoknya, keluarganya, mafia, dan partai politiknya. Jadi bukan nasib masyarakat yang mereka pikirkan. Sehingga sampai kapanpun rakyat Riau ini, ya begitu. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin terpuruk "katanya.
Salah satu upaya untuk dilakukan menjaring pemimpin bersih dan berfikir membangun Riau, yaitu dengan menjaga netralitas dan kualitas pemilu itu sendiri. Pemilu yang melahirkan pemimpin yang baik, menurut Feri Sibarani adalah dia yang tidak menggunakan cara-cara curang dan jahat dalam meraih kemenangan.
"Pertarungan yang sarat dengan kecurangan dalam bentuk apapun, pasti itu bukan pemimpin yang baik. Itu niatnya sudah tidak bagus. Tidak pantas jadi pemimpin. Terimakasih buat KPU Riau yang sudah menjaga proses pemilu Riau dengan berani dan tegas. Itu sangat tepat, dan kami semua masyarakat akan mendukung KPU ini "Tandanya.
Sumber: KPU/liputan
Penulis: FIT



Komentar Via Facebook :