Insan Pers Minta Polda Sumut Jangan Lindungi Oknum

DPP-PPDI Apresiasi Jenderal Agung, Namun Minta Tidak Lindungi Oknum TNI Terduga Otak Pembakar

DPP-PPDI Apresiasi Jenderal Agung, Namun Minta Tidak Lindungi Oknum TNI Terduga Otak Pembakar

Foto: Kapolda Sumut, Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SH, SIK, M.Si dan Ketua Umum DPP-PPDI, Feri Sibarani, SH, MH

AKTUALDETIK.COM - Dunia perjudian saat ini semakin meresahkan Negara. Terlalu banyak peristiwa kriminalitas akibat penyakit masyarakat yang satu ini, termasuk kematian wartawan, Rico Sampurna dan keluarganya di tanah Karo Sumut pada 26 Juni 2024 lalu diduga berhubungan dengan praktik perjudian. Kabarnya, Polda Sumut telah menahan 2 orang tersangka. DPP-PPDI langsung berikan apresiasi. Senin, 07/07/2024.

Dari sejak kejadian ini diketahui publik, ada dugaan kuat keterlibatan oknum TNI dari satuan Batalyon 125 Simbisa berinisial HB. Dugaan ini bukan tanpa alasan, melainkan diterangkan oleh rekan dari korban kebakaran (Rico Sampurna Pasaribu_red) diberbagai Media massa. Selain itu, dugaan keterlibatan oknum TNI dari Batalyon 125 itu pun berhasil di investigasi oleh sejumlah tim dari organisasi Pers, yang sudah di publikasi oleh Dewan Pers beberapa waktu lalu. 

Mendengar itu, Reaksi dari Markas Kodam Bukit Barisan pun muncul ke publik yang mengatakan, bahwa peristiwa kebakaran yang menewaskan wartawan dan keluarganya itu tidak melibatkan anggota TNI sebagaimana diberitakan, dengan alasannya, rumah korban terbakar sendiri, karena api berasal dari dalam rumah. 

Terlepas dari cerita dibalik kepergian jurnalis dan keluarganya itu, kini Polda Sumut telah berhasil menahan 2 orang tersangka yang diyakini sebagai pelaku pembakar rumah Rico Sampurna Pasaribu. Yakni RAS dan YST. Ketua Umum Organisasi Pers, Perkumpulan Pers Daerah Seluruh Indonesia (PPDI), FERI SIBARANI, SH, MH, langsung memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SH, S.I.K, M. Si selalu Kapolda Sumut. 

, "Tak disangka, kasus kebiadaban ini tergolong cepat dapat di kontruksikan oleh Kapolda Sumut, Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SH, S.I.K, M.Si. Beliau memang salah satu Jenderal Polisi yang masih kuat tekat profesionalnya sejak memimpin Polda Sumut dan Polda Riau. Sejak awal kami yakin bahwa Jenderal Agung pasti mampu mengungkap hal itu. Sepengetahuan kami, pak Agung terus bekerja keras dan mampu menjaga nama baik dan citra Polri dimata masyarakat. Inilah Jenderal yang patut dicontoh, " Sebut Feri Sibarani. 

Begitu mendengar informasi keberhasilan Polda Sumut dalam mengungkap peristiwa sadis yang menimpa rekan sejawatnya, Feri Sibarani, dan jajarannya di Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pers Daerah Seluruh Indonesia (DPP-PPDI), secara resmi menyampaikan rasa apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Jenderal Agung Setya Imam Effendi. 

, "Dengan ini kami sampaikan, apresiasi setinggi-tingginya kepada Komjen Pol, Agung Setya Imam Effendi yang sudah benar-benar bertekat untuk mengungkap kasus kejahatan luar biasa yang tidak ber ketuhanan itu. Kerja yang sangat bagus, dan profesional. Kami yakin tugas pak Agung Setya Imam Effendi juga di dukung penuh oleh Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo, sehingga ini dapat terkonstruksikan dengan cepat. Terimakasih pak Jenderal Agung dan Kapolri Jenderal Listiyo, " Teriak Feri Sibarani. 

Namun harapannya, Feri sibarani tak lupa mengingatkan Kapolda Sumut agar tidak sekali-kali melindungi oknum TNI yang diduga kuat turut sebagai pelaku perbuatan biadap itu. Karena menurut Feri, selain sebagai bentuk profesionalitas, perlakuan tidak memandang bulu dalam penegakan hukum adalah diharapkan ada efek jerah dan pelajaran bagi oknum-oknum lainnya yang kerap arogan terhadap wartawan. 

, "Dengan segala hormat kepada Kapolda Sumut, Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi, dan Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo agar tidak pernah melindungi oknum TNI yang sering disebut-sebut dalam pemberitaan. Dan kepada Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, tolong bertindak dengan profesional, objektif, dan tidak membohongi masyarakat, atau melindungi oknum TNI (HB) yang sangat sering disebut terlibat sejak awal peristiwa pembunuhan, " Pinta Feri. 

Diketahui, pihak kepolisian menetapkan 2 orang tersangka terkait peristiwa kebakaran rumah wartawan di Jalan Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). Hal itu disampaikan kapolda Sumut, Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi, dalam konferensi pers di Mapolres Karo, Senin (8/6/2024). 

Kapolda Sumut, Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi, dalam konferensi pers di Mapolres Karo, Senin (8/6/2024), mengatakan, polisi berhasil mengumpulkan bukti-bukti yang kuat terkait kasus ini, dan telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan secara ilmiah.

"Dilakukan olah TKP, autopsi korban, serta berulang kali melakukan pembuktian ulang untuk mencari hasil yang valid," kata Agung didampingi Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Mochammad Hasan.

"Meski demikian, kami terus melakukan cara-cara lain untuk mengungkap kebenaran. Kami bersyukur menemukan sejumlah barang bukti sekitar 30 meter dari lokasi kejadian, seperti dua botol minyak sisa bahan bakar campuran solar dan pertalite," Agung menjelaskan.

Kemudian, polisi menganalisa dan mengamati CCTV dari sekitar lokasi kedatangan para pelaku hingga mereka pergi. Dari hasil tersebut, polisi berhasil mengungkap pelaku pembakaran rumah Rico Sempurna Pasaribu.

"Bukti-bukti ini dilakukan secara ilmiah, dan ini falid berdasarkan fakta, dan kita mencari siapa pelaku dari pembakaran ini. Hasil temuan dan fakta di lapangan, polisi menetapkan dua tersangka, RAS dan YST alias Selawang," Kapolda menerangkan.

Namun di sisi lain, ketua Umum DPP-PPDI, Feri Sibarani, SH, MH, mengatakan, pemberlakuan pasal-pasal yang lebih relevan terhadap pelaku tidak hanya pasal 187 KUHP menimbulkan kebakaran, melainkan pasal 340 tentang pembunuhan berencana disebut layak di berikan. 

Penulis: RV
Editor: RED

Kepada seluruh masyarakat, jika memiliki informasi penting dan menemukan kejadian/peristiwa, atau pelanggaran hukum, baik oleh warga atau pejabat
pemerintah/lembaga/penegak hukum, silahkan mengirimkan informasi tersebut berupa narasi/tulisan, rekaman video/gambar/suara, ke No telepon/WA: 0853-6381-4752 - Email: aktualdetik19@gmail.com.

Jangan lupa mengirim indensitas lengkap, karena kami akan menjamin kerahasiaan identitas Narasumber. 
 

Komentar Via Facebook :