Benarkah Anggaran Dinkes Pekanbaru Untuk Rakyat?

LP-KKI Minta Kejari Pekanbaru Dalami Realisasi Belanja Puluhan Miliar di Dinas Kesehatan Pekanbaru

LP-KKI Minta Kejari Pekanbaru Dalami Realisasi Belanja Puluhan Miliar di Dinas Kesehatan Pekanbaru

Foto: Ketua Lembaga Pemantau Kebijkan Pemerintah Dan Kejahatan di Indonesia (LP-KKI), FERI SIBARANI, SH, MH

AKTUALDETIK.COM - Lembaga masyarakat, Lembaga Pemantau Kebijakan Pemerintah Dan Kejahatan di Indonesia (LP-KKI), meminta Kejaksaan Negeri Pekanbaru agar bergerak untuk mendalami realisasi belanja di Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Pekanbaru. Minggu, 06/07/2024.

Permintaan itu disampaikan oleh Ketua LP-KKI, Feri Sibarani, SH, MH, berhubung pihaknya menduga kuat adanya realisasi anggaran yang bersumber dari APBD dan APBN (DAK) tidak transparan alias diduga ada penyimpangan. Hal itu dikuatkan oleh fakta, bahwa ketika Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru, Arnaldo Eka Putra berkali-kali dikonfirmasi awak media ini, tidak pernah memberikan tanggapan dan jawaban yang sesuai dengan beberapa pertanyaan yang di ajukan. 

, "Awalnya saat kami mempelajari jenis-jenis belanja itu, baik yang bersumber dari PAD dan DAK, menarik untuk di investigasi. Karena yang kita ketahui dari berbagai keluhan masyarakat, layanan kesehatan di kota Pekanbaru banyak yang mengecewakan. Sementara di sisi lain, terdapat anggaran untuk kebutuhan layanan kesahatan sangat fantastik, sehingga kami lihat dan cermati adanya ketidaksesuaian, " Sebut Feri Sibarani. 

Berdasarkan upaya yang dilakukan oleh team Media dari Group Aktual Indonesia, selama hampir kurang satu bulan menunggu tanggapan dan jawaban atas konfirmasi yang di ajukan ke Kantor Dinas Kesehatan Pekanbaru, hingga berita ini dimuat, respon yang diberikan hanya berupa saling lempar tanggung jawab. 

, "Menurut team kita yang bergerak dari versi investigasi media, tanggapan pihak Dinas Kesehatan tidak ada yang jelas. Sekretaris dan para Kabid di Dinas terkait hanya saling lempar dan mengatakan bahwa terkait isi surat konfirmasi awak media hanya Plt Kadis yang berwewenang menjawab. Namun jawaban yang dimaksud tidak jelas yang mana, karena justru Arnaldo Eka Putra tidak kunjung bergeming. Yang ada dia bungkam dan pura-pura tidak tahu, " Kata Feri Sibarani. 

Feri juga heran mengapa seorang pejabat sekelas Plt Kadis Kesehatan, yang juga sekaligus Direktur Rumah Sakit Madani Pekanbaru tidak dapat menghargai peran Pers dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Menurutnya, tidak sulit memberikan tanggapan untuk pertanyaan awak media, karena, materi dan tujuannya sangat jelas tertera dalam surat konfirmasi. 

, "Jika dia (Plt Kadis Kesehatan_red) menghargai peran dan fungsi Pers sebagai pembawa informasi dan pengawas dari semua kinerja dan penggunaan Anggaran Pemerintah, mengapa berminggu-minggu konfirmasi media tak dijawab? Ada apa di balik sikap itu? , " Tanya Feri heran. 

Atas sikap Arnaldo terhadap peran dan tugas Pers yang sudah mencoba bekerja secara profesional, namun tidak direspon sebagaimana mestinya, pihaknya berjanji baik dari Lembaga dan team media yang beraliansi akan terus melakukan investigasi sesuai dengan jumlah jenis belanja dan jumlah anggaran yang direalisasikan. 

Hal itu disebut Feri, untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah dan Negara dapat dilaksanakan sesuai prinsip-prinsip peraturan perundang-undangan dan membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kota Pekanbaru. 

,"Berdasarkan data yang ada kita peroleh, ini akan kita kejar terus sampai di mana. Dan kami akan terus mendorong pihak kejaksaan, untuk segera mendalami kebenaran realisasi anggaran puluhan miliar itu. Disinilah peran masyarakat dan Pers dapat berkolaborasi demi untuk mengungkap penyimpangan-penyimpangan yang sangat mungkin terjadi dalam kegiatan belanja-belanja di Dinas Kesehatan selama tahun 2023," Pungkasnya. 

Pihaknya juga berharap, semua jenis dan jumlah belanja di Dinas Kesalahan tahun 2023 itu dapat dilaksanakan dengan baik dan tidak ada penyimpangan, yang berdampak merugikan keuangan Negara dan masyarakat. 

Sebagaimana diketahui sejumlah belanja di Dinas Kesehatan tahun 2023 berjumlah puluhan miliar, antara lain, (1) Belanja Modal Alat Pembersih, Belanja Modal Alat Penunjang Medik Fasilitas Pelayanan Kesehatan (PAD) Rp. 3,4 Miliar (2) Belanja Modal Kedokteran Bedah (DAK) Rp. 3,4 Miliar (3) Belanja modal alat kedokteran gawat darurat (DAK) Rp. 1,5 Miliar (4) Belanja modal alat Kedokteran ICU (DAK) Rp 1,1 Miliar (5) Belanja Obat-Obatan Lainya Rp. 2,5 Miliar (6) Belanja Obat-Obatan lainya Rp 2,5 Miliar (7) Belanja bahan-bahan lainya Rp. 1 Miliaran (8) Belanja bahan-bahan lainnya Rp 1 Miliaran (9) Belanja modal alat Kedokteran umum Rp 1,8 Miliaran (10) Pengadaan bahan medis habis pakai penyakit tidak menular (DAK) Rp. 2,8 Miliar (11) Belanja modal alat Kedokteran Bedah ortopedi Rp 2,5 Miliar (12) Beli Obat-Obatan lainya Rp 279 jutaan (13) Belanja Obat-Obatan Rp. 981 juta. 

, "Coba kita bayangkan, betapa banyaknya uang yang diberikan Negara ke Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru untuk demi menjamin kesehatan warga Kota Pekanbaru ini. Tapi faktanya dilapangan tidak seindah dan semewah nilai anggaran itu yang dirasakan oleh masyarakat. Kami sendiri sering mendapatkan keluhan-keluhan warga soal layanan kesehatan di rumah sakit maupun di puskesmas-puskemas, " Katanya. 


Penulis: FIT
Editor: Redaksi


Kepada seluruh masyarakat, jika memiliki informasi penting dan menemukan kejadian/peristiwa, atau pelanggaran hukum, baik oleh warga atau pejabat
pemerintah/lembaga/penegak hukum, silahkan mengirimkan informasi tersebut berupa narasi/tulisan, rekaman video/gambar/suara, ke No telepon/WA: 0853-6381-4752 - Email: aktualdetik19@gmail.com.

Jangan lupa mengirim indensitas lengkap, karena kami akan menjamin kerahasiaan identitas Narasumber. 
 

Komentar Via Facebook :