Para Penghianat Bangsa..!!

DPP-PPDI Kutuk Keras Terduga Pelaku Pembunuhan Wartawan di Sumut, Diminta Kapolri Dan Panglima TNI T

DPP-PPDI Kutuk Keras Terduga Pelaku Pembunuhan Wartawan di Sumut, Diminta Kapolri Dan Panglima TNI T

Foto: Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pers Daerah Seluruh Indonesia (DPP-PPDI), FERI SIBARANI, SH, MH, Usai memberikan keterangan Pers terkait sikap PPDI terhadap peristiwa dugaan kejahatan kemanusiaan yang menimpa Rico Sampurna Pasaribu dan keluarganya 26 Juni 2024 di Sumatera Utara

AKTUALDETIK.COM - Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pers Daerah Seluruh Indonesia (DPP-PPDI) secara resmi mengutuk keras oknum pelaku Pembunuhan wartawan dan keluarganya dengan cara membakar rumahnya pada 26 Juni 2024 lalu. Awak media ini menerima informasi, bahwa peristiwa itu diduga melibatkan oknum anggota TNI dari satuan tertentu di wilayah setempat. 04/07/2024.

Bahkan lebih tegas lagi, informasi ini diperkuat oleh pernyataan resmi Dewan Pers kemarin, 03/07/2024, bahwa dalam pernyataan jajaran petinggi Dewan Pers dijelaskan, pihaknya telah memperoleh hasil investigasi yang menunjukkan peristiwa itu berawal dari Rico Sampurna Pasaribu (Korban) usai memberitakan sindikat perjudian yang ada kaitannya dengan oknum TNI tersebut. 

,"Dari hasil investigasi ditemukan sejumlah fakta, bahwa kasus kebakaran yang menewaskan 4 orang tersebut terjadi setelah korban yaitu Rico Sampurna Pasaribu memberitakan perjudian yang ada di jalan Kapten Bom Ginting, Kabupaten Karo Sumatera Utara dan diduga melibatkan oknum TNI," kata Anggota Dewan Pers Totok Suryanto saat jumpa pers di kantor Dewan Pers, Jakarta, Selasa, 2/7 (Dikutip dari Merdeka.com).

Melihat fakta kejadian yang sedang menggemparkan Negara Republik Indonesia itu, Ketua Umum DPP-PPDI, Feri Sibarani, SH, MH, hari ini secara tegas mengutuk pelaku pembakaran rumah wartawan di Sumatera Utara. Ia juga meminta kepada Kapolri Listiyo Sigit Prabowo agar berniat dengan jiwa profesional, terbuka, transparan, dan objektif dalam membongkar kejahatan kemanusiaan itu. 

, "Hari ini, tanggal 04 Juli 2024, kami sebagai Organisasi Pers PPDI, yang membawahi ribuan wartawan di Indonesia mengutuk keras siapapun pelaku yang sebenarnya, yang telah merenggut nyawa rekan sejawat kami, Rico Sampurna Pasaribu dan keluarganya di Sumatera Utara. Ini adalah tindakan Kejahatan kemanusiaan tergolong sadis dan tidak ber ketuhanan. Siapapun pelakunya, segeralah menyerahkan diri kepada kepolisian demi tegaknya hukum dan keadilan. Berani berbuat berani bertanggungjawab. Jadilah kau manusia kesatria jangan pengecut," Teriak Feri Sibarani. 

Selanjutnya dalam konfrensi Pers yang dilakukan pihaknya hari ini, DPP-PPDI, sangat berharap kepada seluruh insan Pers di Republik Indonesia agar bersatu dan menyadari pentingnya kekuatan dalam persatuan. Ia juga prihatin melihat fakta, kerap wartawan terpecah belah oleh karena berbeda organisasi atau perusahaan media. Bahkan Feri Sibarani juga meminta kepada Dewan Pers untuk tidak mengumbar narasi-narasi sesat tentang adanya wartawan dan media abal-abal di Negeri ini. 

, "Kami dari PPDI, menyerukan kepada seluruh wartawan dan perusahaan Pers di Indonesia ini, agar kembali kepada kebenaran hakiki tentang wartawan dan perusahaan Pers yang sebenarnya. Sesuai dengan UU No 40 Tahun 1999 Tentang Pers, tidak ada aturan mana pun di Negeri ini, yang lebih sakti dan lebih beribawa kecuali UU Pers. Saya perlu sampaikan disini kepada seluruh Kepala Daerah dan pejabat lintas Lembaga/Kementerian, termasuk kepada Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo. Menyangkut legalitas Wartawan dan Perusahaan Pers kami hanya tunduk pada Undang-Undang, bukan kepada aturan Dewan Pers. Tidak boleh terjadi di Negara ini, Undang-undang takluk kepada aturan. Apalagi aturan itu bukan dari lembaga negara, " Terangnya. 

Hal itu di jelaskan Feri, manakala, Dewan Pers kerap mengeluarkan kebijakan yang menuai polemik dan perdebatan di kalangan wartawan Indonesia. Antara lain, mengenai Uji Kompetensi Wartawan, Terverifikasi Perusahaan Pers. Ditambah dengan berbagai surat edaran yang juga membuat kegaduhan besar di dunia Pers termasuk di kalangan pejabat Pemerintah dan lembaga Negara. Karena menyebabkan  kebingungan, karena terkesan aturan Dewan Pers lebih hebat dari Undang-Undang Pers. 

Diakhir keterangan Pers nya, Feri Sibarani juga mengatakan bahwa peristiwa yang sangat sadis dan menewaskan jurnalis di Sumatera Utara merupakan musibah bagi Dunia Pers Indonesia. Tidak terkecuali, menurutnya, siapapun yang merasa dirinya sebagai wartawan, apalagi hidup dari profesi itu, wajib semuanya menunjukkan impati kepada Rico Sampurna Pasaribu dan keluarganya. 

, "Akhirnya kami sangat mendesak Kapolri dan Kapolda Sumut, bahkan Panglima TNI agar menunjukkan perikemanusiaan dengan jujur dan profesional mengungkap peristiwa sadis ini. Jangan coba-coba lagi bermain mata karena alasan menjaga satuan atau apapaun itu. Siapapun, pelakunya, mau jenderal, mau hantu, atau Nenek moyang Iblis sekalipun, harus Kapolri ungkap, sebab kalau tidak, kami semua insan Pers Indonesia akan terus memblow up ini secara massif, agar publik menilai, dan mengetahui bagaimana Polri dan TNI menunjukkan sikapnya untuk kemanusiaan dan keadilan melalui proses penegakan hukum, " Pungkasnya. 

Penulis: RV

Kepada seluruh masyarakat, jika memiliki informasi penting dan menemukan kejadian/peristiwa, atau pelanggaran hukum, baik oleh warga atau pejabat
pemerintah/lembaga/penegak hukum, silahkan mengirimkan informasi tersebut berupa narasi/tulisan, rekaman video/gambar/suara, ke No telepon/WA: 0853-6381-4752 - Email: aktualdetik19@gmail.com.

Jangan lupa mengirim indensitas lengkap, karena kami akan menjamin kerahasiaan identitas Narasumber. 

Komentar Via Facebook :