Masyarakat Inginkan Supremasi Hukum

Ketua LP-KKI: Polwan Pembakar Suami di Jatim Harus Dijerat Dengan Pasal 338 Atau Kumulatif

Ketua LP-KKI: Polwan Pembakar Suami di Jatim Harus Dijerat Dengan Pasal 338 Atau Kumulatif

Foto: Pelaku Pembakar Suaminya, Briptu Fadhilatun Nikmah dan Suaminya, Briptu Rian Dwi Wicaksono

AKTUALDETIK.COM - Kasus sadis membakar suami sendiri yang terjadi di Mojokerto Jawa Timur baru-baru ini menggegerkan Dunia. Disebut Polda Jatim telah menetapkan sang isteri sebagai tersangka dengan pasal KDRT. Sementara Ketua Lembaga Pemantau Kebijakan Pemerintah dan Kejahatan di Indonesia (LP-KKI) mengatakan tidak cukup dengan UU KDRT, tetapi harus menggunakan pasal 338 KUHP atau secara kumulatif. 11/06/2024.

, "Memang dari informasi yang beredar, bahwa peristiwa itu berawal dari suaminya yang juga merupakan seorang Polisi, namun doyan main judi online. Hal itu menjadi penyebab terjadinya niat isterinya untuk melakukan pembunuhan itu," Kata Ketua LP-KKI, Feri Sibarani, SH, MH, hari ini di Pekanbaru, menjawab pertanyaan sejumlah wartawan. 

Sehingga disebutnya, bahwa proses yang terjadi sampai kepada peristiwa pembakaran, berdasarkan pernyataan pihak Polda Jatim di berbagai media, terlihat ada rencana dari isterinya. Sejak saat membeli bensin, dan membawa ke rumah bensin tersebut, hingga menyuruh suaminya mengganti baju, mengikat suaminya di tangga di garasi rumahnya, dan meyiramkan bensin ke sekujur tubuh suaminya lalu menyalakan api. 

, "Bahkan sesungguhnya kronologis pembakaran itu lebih mirip dengan unsur pembunuhan berencana. Cuman, karena korban adalah suaminya sendiri, mungkin lebih cocok jika di terapkan pasal 338 dengan unsur sengaja sebagai penguat perbuatan itu sebagai sebuah kejahatan sebagaimana diatur dalam pasal 338 KUHP.  Atau setidaknya di sangkakan dengan pasal kumulatif, yaitu pasal 338 KUHP, pasal 44 ayat (3) UU KDRT, dan Pasal 351 ayat (3) KUHP (penganiayaan yang mengakibatkan mati dan diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun, " Terang Feri. 

Namun dari analisisnya, Feri sibarani menyebutkan, tersangka (isteri korban_red), lebih tepat jika disangkakan pasal 338 KUHP, yaitu sebuah tindakan kesengajaan melakukan perbuatan pembunuhan dengan cara membakar, mungkin maksudnya, agar korban merasakan terlebih dahulu bagaimana rasanya dibakar, lalu hingga tewas. 

, "Dari kronologis yang disampaikan oleh pihak Kepolisian Polda Jawa Timur itu, di berbagai media, dapat kita analisa, bahwa si pelaku (isterinya) melakukan semua aksinya terlihat dan terkesan dalam kondisi sadar dan normal. Tidak menunjukkan suatu ketegangan yang tinggi, seperti layaknya pertengkaran yang kerap terjadi dalam rumah tangga. Artinya, sejak mulai membeli bensin, membawa ke dalam rumah, menyuruh suaminya ganti pakaian, mengikat tangan suami di sebuah tangga, bahkan sampai menyirami tubuh suaminya bensin dan menyalakan api, itu merupakan rangkaian perbuatan manusia yang dalam kondisi akal dan emosi yang terkontrol atau normal, " Katanya. 

Menurutnya, dari cerita itu, sementara dapat disimpulkan isteri korban, yang kebetulan juga seorang polisi wanita (Polwan) terlihat tenang dalam melakukan aksinya. Untuk itu, Feri Sibarani, juga sangat berharap penyidik dari Polda Jawa Timur dapat bekerja secara profesional dan objektif, karena jangan sampai ada kesan ke publik, Polisi meringankan hukuman pelaku yang sudah begitu sadis, dan dapat dipastikan, hal itu tidak merepresentasikan harapan masyarakat yang menghendaki adanya penegakan hukum yang berkeadilan. 

, "Ya, jangan sampai ada perbedaan, karena itu seorang anggota polisi, maka harus dicari caranya untuk meringankan. Oh tidak.. Itu lah yang membuat rusak fenomena penegakan hukum di Negeri ini. Harus ditinggalkan yang semacam itu. Equality Be For The Law, semua sama dihadapan hukum. Dan terpenting, agar ini ada efek jerah dan tidak ada lagi Isteri-isteri polisi, termasuk isteri warga sipil yang berani melakukan seperti itu, " Pungkasnya. 

Sebagaimana diketahui, saat ini begitu trending nya pemberitaan mengenai suatu peristiwa pembunuhan di kota Mojokerto Jawa Timur. Dimana seorang wanita (Briptu Fadhilatun Nikmah) yang merupakan seorang Polisi Wanita (Polwan) terga membakar suaminya sendiri, Briptu Rian Dwi Wicaksono yang juga seorang anggota Polisi di wilayah hukum Polda Jawa Timur. Anehnya lagi, akar dari penyebab MALAPETAKA ini adalah, karena SEORANG POLISI yang seharusnya menegakkan hukum ditengah-tengah masyarakat, justru PECANDU JUDI ONLINE. Hmmmm... Anehnya tapi Nyata...!!

Sumber: Media online/LP-KKI
Penulis: IS
Editor: Red

Komentar Via Facebook :