Komisaris Sebut Sudah Proses Hukum

Diduga Kejahatan Perbankan Bobol Dana Nasabah 3 Miliar Lebih di PT BPR Fianka Pekanbaru

Diduga Kejahatan Perbankan Bobol Dana Nasabah 3 Miliar Lebih di PT BPR Fianka Pekanbaru

Foto: Penampakan Merek Bank PT BPR Fianka Rezalina Fatma

AKTUALDETIK.COM - Nasib dua nasabah PT BPR Fianka Rezalina Fatma, Halim Hilmy dan Bie Hoi, sampai saat ini masih teka-teki, sekalipun kedua nasabah PT BPR Fianka itu, kabarnya mengaku dana nya sudah lenyap Rp 3,3 Miliar dengan cara pencairan sepihak oleh PT BPR Fianka, sekalipun sudah di peringatkan nasabah. Selasa, 18/07/2023.

Kali ini, kejahatan di Dunia perbankan diduga kembali terjadi di PT BPR Fianka Rezalina Fatma Pekanbaru, dengan korban kehilangan dana, yakni Halim Hilmy (1, 7 Miliar) dan Bie Hoi ( 1,1 Miliar) dengan modus adanya proses pencairan Bilyet dengan angka miliaran rupiah di PT BPR Fianka Rezalina Fatma Pekanbaru, tanpa sepengetahuan nasabah. 

Informasi ini diperoleh oleh awak media melalui sumber yang dapat dipercaya. Melalui sumber Aktualdetik.com, mengatakan kejadian itu terjadi dimulai dari rentang waktu sejak tahun 2018 hingga tahun 2022 lalu. 

, "Penerbitan Bilyet atau Surat Deposito berjangka itu bervariasi, antara tahun 2018 hingga tahun 2022, jadi tidak serentak sekaligus, melainkan bertahap, " Jelas seorang sumber yang namanya di rahasiakan media ini. 

Kemudian, berdasarkan penelusuran awak media ini kebeberapa sumber yang diketahui, memiliki informasi terkait keberadaan PT BPR Fianka Rezalina Fatma,  diketahui, bahwa Fianka Bank masih berada dibawah kepemimpinan Dr. Nurfatma, M.Si dan ternyata ditemukan informasi, bahwa Fianka bank hasil merger dari 3 bank BPR itu pada 1 Juli 2023 lalu, tepatnya hari jadi Fianka Bank ke 12 tahun mendapatkan Award sebagai Top 100 BPR dari Award Info Bank. 

Atas informasi ini, mendapatkan reaksi dari Ketua Umum Lembaga Pemantau Kebijakan Dan Kejahatan di Indonesia (LP-KKI), Feri Sibarani, SH. Saat di mintai pendapatnya oleh awak media tentang kemungkinan keterlibatan pimpinan atau dewan komisaris PT BPR Fianka Rezalina Fatma itu, Feri menjawab hal itu kemungkinan besar terlibat, dengan alasan, ketatnya mekanisme dan pengawasan terhadap aktifitas perbankan, terlebih dalam hal penyediaan dana dan sumber dana serta pencairan dalam jumlah besar. 

, "Jika ada kasus-kasus begini di dunia perbankan, menurut saya dapat kita duga adanya keterlibatan pimpinan Bank, baik secara langsung maupun tidak langsung, karena dalam proses pencarian atau aktifitas apapun di perbankan, pastinya semua benar-benar harus terlebih dahulu melawati verifikasi data dan fisik secara langsung oleh pimpinan perbankan, " Kata Feri menjawab pertanyaan awak media. 

Bahkan ditambahkan oleh Feri, dalam hal aktifitas keuangan di perbankan, bukan saja harus melewati proses verifikasi dan pengawasan pimpinan Bank, tetapi pengawas eksternal, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun wajib mengawasi semua aktifitas perbankan, agar berjalan sebagaimana diatur di dalam UU No 21 tahun 2011 tentang OJK. 

,, "Menurut saya, baik pimpinan di Bank yang bersangkutan, maupun OJK tidak luput dari kewenangan untuk mengetahui semua aktifitas di perbankan, khususnya dugaan kasus pembobolan dana nasabah dengan jumlah miliaran rupiah di PT BPR Fianka Rezalina Fatma di Pekanbaru. Jadi tidak masuk akal apabila seandainya pimpinan Fianka Bank dan pihak OJK mengatakan tidak mengetahuinya. Itu sangat aneh, " Jelas Feri melanjutkan. 

Kemudian menurutnya, kejadian di Fianka Bank Pekanbaru perlu di usut sampai tuntas. Bahkan Feri Sibarani menyebut, jika kejadian itu hanya di tangani di penegak hukum di daerah, kecil kemungkinan otak pelaku terungkap. 

, "Saya sarankan kepada para nasabah, jika benar korban pembobolan rekening di Fianka Bank Pekanbaru, agar membawa kasus ini ke Mabes Polri atau Kejaksaan Agung. Sebab bagaimanapun juga, dana nasabah sesuai Undang-Undang harus mendapatkan perlindungan dan jaminan dari Negara. Bila berkenan kami dari Lembaga Pemantau Kebijakan Dan Kejahatan di Indonesia (LP-KKI) siap membantu mengusut kasus ini ke pusat, " Kata Feri. 

Disisi lain, tatas informasi ini, saat dikonfirmasi awak media ini kepada komisaris PT BPR Fianka Rezalina, Dr. Nurfatma, M.Si, membantah, dan mengatakan bahwa informasi adanya pembobolan dana nasabah dan pemberitaan di media tidak benar. 

,"Alhamdulillah !
Sekali lagi kami sampaikan terima kasih karna adanya konfirmasi ini !
Semoga kedepan semua media bekerja berdasarkan informasi yang jelas demi sebuah kebenaran !
Alhamdulillah. 
Dan sekali lagi terima kasih, " tulis Nurfatma. 

Menurutnya, mengenai berita yang disampaikan, bahwa berita tersebut TIDAK BENAR !  Karena TIDAK ADA DEPOSITO HILANG !. 

,"Alhamdulillah !
Semua sudah di tangani pihak yang berwajib , dan seluruh bukti penarikan dan tanda terima yang bersangkutan sudah diserahkan ke pihak yang berwajib, " Katanya. 

Sumber: Masyarakat
Penulis: IS
Editor: Red

Komentar Via Facebook :