Pjs.Bupati Rohul Bahas Penyamaan Persepsi Covid-19 Yang Mengacu Kepada Permenkes RI Revisi V

Pjs.Bupati Rohul Bahas Penyamaan Persepsi Covid-19 Yang Mengacu Kepada Permenkes RI Revisi V

Rapat penyamaan persepsi terkait Covid-19 di Rokan Hulu yang ber- acuan pada Kemenkes Revisi 5, yang dipimpin langsung PJs Bupati Rohul Drs. H. Masrul Kasmy, M.Si bersama Tim Satgas Covid- 19 Rokan Hulu, Selasa ( 27/10/2020) bertempat di Aula lantai tiga Kantor Bupati Rokan Hulu.

Turut hadir Sekretaris Daerah Rokan Hulu H. Abdul Haris, S.Sos., M.Si, PLT Asisten I Rokan Hulu Bisman B, Kepala Dinas Kominfo Drs. Yusmar, M.Si, KadisKes dr. Bambang, Dirut RSUD dr. Novil, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Dr. Zuhdi, Dirut RSUD Rujukan, Wakapolres Kompol Willy, Danramil, Serta Kapus Se Rokan Hulu.

Pelaksanaan Rapat diawali dengan sambutan Pjs Bupati Rohul yang mengatakan bahwa Rapat ini dilaksanakan berguna untuk menyatukan persepsi terkait penanganan Covid-19 sesuai Permenkes Revisi V, agar tidak ada lagi keganjalan dan terjadi prasangka Mengcovidkan Warga.

Selanjutnya dilakukan Penyampaian presentasi oleh Wakil Satgas yang juga ketua IDI Rohul terkait penanganan Covid-19 sesuai dengan Permenkes Revisi V.

Bahwasanya berdasarkan Permenkes Revisi V masih banyaknya hal yang mesti diperbaiki dan diperhatikan salah satunya terkait tindakan melakukan Swap CT-PCR Pasien bahwa hanya pasien bergejala yang akan di lakukan Swap, bukan pada pasien yang kontak namun tidak menunjukkan gejala akan tetapi perlu di ketahui bahwa tindakan tersebut seharusnya sesuai dengan ketentuan dari Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) karena DPJP yang akan menentukan tindakan tersebut.

Selain dari pada itu terkait tempat Isolasi yang saat ini masih kurang, mungkin bisa dimanfaatkan tempat tempat seperti sekolah   namun di cek terlebih dahulu kelayakan dan lainnya yang juga berguna memudahkan pemantauan dari petugas.

Selanjutnya juga menanggapi bahwa terkait terjadinya perebutan pasien meninggal yang tidak dianggap Covid oleh keluarga, hal ini bisa saja Pelaksanaan penyelenggaraan Jenazah diserahkan kepada keluarga namun tetap menggunakan Alat Pelindung Diri, hal ini masih perlu di bawas bersama MUI, Tokoh masyarakat dan Tokoh Agama dan yang lainnya.

Ketua IDI juga berharap kiranya sangat perlu ditunjuk Jubir  dalam penyampaian terkait Covid 19, yang mana dibutuhkan Jubir Utama, Jubir Tekhnis, dan Jubir harian, serta sangat dibutuhkan peran Media yang berguna untuk menyampaikan dan menghilangkan ketakutan masyarakat akan Covid-19.

Usai pemaparan yang disampaikan ketua IDI, Sekda Rohul Menyampaikan terkait tempat Isolasi bagi pasien Covid-19 yang tanpa gejala saat ini masih sulit didapatkan sebab akibat ketakutan masyarakat yang membuat kendala mencari tempat isolasi bagi pasien OTG.

"Namun kita Akan berusaha mencari sekolah atau bangunan lain yang memenuhi syarat untuk tempat isolasi dan akan dipersiapkan segala sesuatunya," ujar sekda.

Dari hasil Rapat, Pjs Bupati Drs.H.Masrul Kasmy menyampaikan terkait Jubir Covid-19, bahwa yang akan bertindak sebagai Jubir Utama Pjs Bupati Rohul, Jubir Tekhnis Dr.Zuhdi yang juga DPJP, Jubir Harian KadisKes Dr.Bambang. dan penunjukan ini disepakati bersama dalam Forum Rapat.

Pjs Bupati juga menyimpulkan bahwa adanya panduan terbaru sesuai dengan Permenkes Revisi V sesuai yang disampaikan dalam rapat, dalam artian " saya betul betul berpedoman kepada keahlian, kan dalam satgas kita ada tim ahli kita serahkan kepada IDI biar mereka yang menjelaskan kepada masyarakat supaya tidak ada silang pendapat".

" Yang jelas tadi ada kesatuan informasi yang mana tadi kita tahu ada Jubir yang ditunjuk dan khusus untuk teknis kita tunjuk dari IDI, moga nanti berkaitan dengan masalah Tekhnis dan masalah hubungan kegiatan dilapangan yang terjadi kendala saat ini bisa dibereskan dengan satu komando informasi" ujar Masrul.

Terkait rapat tersebut akan dilakukan lagi evaluasi baik hari per hari (Day per Day) harapannya setelah ini kembali akan di lakukan Evaluasi dimana ada kendalanya, seperti kasus beberapa hari lalu adanya pasien yang meninggal dunia terjadinya tolak menolak, ini merupakan suatu kendala yang tidak mungkin harus terus terjadi maka akan dicarikan solusi terbaiknya.

Saat diwawancarai Ketua IDI Rohul Dr. Zuhdi Menyampaikan bahwa yang direkomendasikan pada satgas adalah satu suara satu alur dan satu persepsi dalam penanganan covid-19, apalagi saat ini kasus Covid- 19 di Rohul sudah melonjak.

" Pelonjakan kasus di ikuti dengan krisis di masyarakat dan resistance nya pun meningkat, nah ini permasalahan oleh karena itu kalau kita tidak punya satu alur yang benar satu persepsi yang sama maka resistance masyarakat akan semakin besar, sehingga jika ini besar maka kita tidak bisa menerapkan tiga hal yakni penemuan kasus, pelacakan kontak dan isolasi, hal ini akan ditolak oleh masyarakat, padahal 3 hal ini penting untuk pengendalian Covid-19," ungkap Dr. Zuhdi.

Dirinya menambahkan bahwa dalam penanganan covid-19 sangat diperlukan peran Media terutama yang berkerja sama dengan pemerintah berguna untuk menyampaikan kebenaran pada masyarakat terkait jalur yang benar terhadap penanganan Covid dan memilah berita atau informasi yang Hoak agar masyarakat mendapatkan kejelasan.

Komentar Via Facebook :