Ada Ketua Koperasi di Riau Kebal Hukum

Ketua Koperasi KNES Mitra PTPN V Dilaporkan ke Polda Riau, MAA Dikenal Kebal Hukum

Ketua Koperasi KNES Mitra PTPN V Dilaporkan ke Polda Riau, MAA Dikenal Kebal Hukum

Foto: Kuasa Hukum dari Jon Kanedi Yusuf, OS, Sarma Silitonga, S.H., M.H dan Partner

PEKANBARU AKTUALDETIK.COM - Ketua Koperasi Nenek Eno Senamanenek (KNES) yang berlokasi di Desa Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu Kab Kampar Provinsi Riau itu kembali berulah. Kali ini Muhamad Alwi Arifin (MAA) selaku Ketua KNESS kembali di laporkan ke Polda Riau oleh Jon Kanedi Yusuf, OS, melalui kuasa hukumnya, Sarma Silitonga, S.H.,M.H. Rabu, 15/02/2023.

Berdasarkan keterangan Kuasa hukum, Sarma Silitonga, S.H., M.H, kliennya itu telah dirugikan oleh Koperasi KNES Mitra PTPN V itu, dengan cara, Koperasi KNES tidak membayarkan tagihan hasil pekerjaan Jon Kanedi Yusuf atas pekerjaan pembuatan jalan dan perbaikan jalan di perusahaan KNES pada bulan Maret 2022 sebesar Rp 318.000.000 ( Tiga Ratus Delapan Belas Juta Rupiah). 

Kabarnya, menurut keterangan dari pihak PTPN 5, melalui Asisten Kepala (ASKEP) kebun PTPN 5 itu, Azhari, kepada AKTUALDETIK.COM saat di konfirmasi melalui nomor selulernya mengatakan, pihaknya (PTPN 5_red) tidak pernah menunda pembayaran perusahaan terkait hasil buah sawit dan semua kegiatan pekerjaan koperasi KNES. 

, "Setahu saya, PTPN 5 tidak pernah menahan pencairan buah sawit koperasi KNES di Senama Nenek, dan semua anggaran pekerjaan di koperasi KNES, semuanya telah selesai di serahkan kepada pengurus koperasi KNES, sehingga jika ada permasalahan yang belum dibayarkan kepada anggota koperasi atau pekerjaan apapun di KNES, itu menjadi urusan pengurus koperasi KNES," Azhari menjawab pertanyaan wartawan Aktualdetik.com.

Senada, Sabaruddin, yang merupakan mantan General Manager (GM) Koperasi KNES yang terakhir bertugas pada bulan April 2022 itu, saat dikonfirmasi Aktualdetik.com kemarin, 14 Januari 2023, mengatakan bahwa dirinya dan bersama manager KNES terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya, karena kepemimpinan Ketua KNES, Muhamad Alwi Arifin, di nilainya sarat dengan permasalahan, terutama terkait pembayaran gaji anggota koperasi yang sering tidak dibayar hingga berbulan-bulan, termasuk gajinya dan manager dibawah nya. 

, "Benar saya sudah tau, bahwa Jon Kanedi Yusuf melaporkan Ketua KNES dan saya sendiri selaku mantan General Manager (GM) saat itu ke Polda Riau. Namun saya menunggu panggilan pihak Kapolda saja, karena saya sendiri tidak pernah mengetahui soal uang pekerjaan jalan yang di kerjakan Jon Kanedi Yusuf itu. Setahu saya uang itu di pegang oleh Koperasi KNES, yaitu oleh Ketua nya, sehingga dia yang bertanggung jawab," sebut Sabaruddin. 

Terkait keterangan pihak PTPN 5 melalui Askep, Azhari, bahwa semua dana koperasi sudah diserahkan kepada pengurus koperasi KNES, Sabaruddin pun mengaminkannya, dan mengatakan, bahwa pernyataan itu benar adanya, karena PTPN 5 tidak pernah menunda pembayaran kepada koperasi KNES. 

, "Yaitu benar, apa yang dikatakan pihak PTPN 5. Gak pernah PTPN menunda pembayaran koperasi. Selalu dibayarkan sesuai hasil panenan sawit dan pekerjaan di kebun koperasi KNES. Tapi kenyataan, ya selalu gaji anggota pun tidak dibayarkan. Termasuk gaji saya dan manager saya dulu, kami 2 bulan belum menerima gaji sampai sekarang, " Kata Sabaruddin. 

Kuasa hukum Jon Kanedi Yusuf, OS, Sarma Silitonga, S.H.,M.H, mengetahui hal itu mengatakan akan terus berkoordinasi dengan Polda Riau, dan berharap banyak kepada Kapolda Riau, Irjen Pol Muhamad Iqbal, agar dapat memerintahkan jajarannya dengan segera dan menahan Ketua KNES, Muhamad Alwi Arifin, yang diduga kuat melakukan tindakan pidana penggelapan dana hasil pekerjaan Jon Kanedi Yusuf, melalui pekerjaan pembuatan dan perbaikan jalan di lokasi kebun koperasi KNES yang berlokasi di Desa Senama Nenek kab Kampar dengan luas kebun 2.800 hektar itu. 

, "Sejauh ini kami menduga kuat, bahwa uang milik klien kami, Jon Kanedi Yusuf, OS, telah digelapkan oleh pengurus koperasi KNES Senama Nenek, dengan ketuanya yang bernama, Muhamad Alwi Arifin, yang dikenal licin dan diduga kebal hukum, karena sejak tahun 2020, 2021 dan 2022 beliau ini selalu berurusan dengan hukum, di Polda Riau, Polres Kampar, namun hingga saat ini MAA kita ketahui tetap saja melenggang tanpa hambatan, " Urai Sarma Silitonga. 

Menurutnya, mengingat KNES tersebut sangat kerap bermasalah ke hukum, bahkan hingga kini KNESS diketahui menyisakan berbagai permasalahan di kalangan anggota koperasi KNES, karena informasi tidak membayar gaji anggota koperasi, sehingga menurut kami, sangat tepat jika PTPN 5 juga merekomendasi pemerintah agar dapat segera mengganti kepengurusan di koperasi KNES yang dikenal penuh problem itu. 

, "Apalagi kan masyarakat, kerap menuding keterlibatan oknum pentinggi di PTPN 5, dalam hal permasalahan keuangan koperasi KNES, jadi PTPN 5 saya pikir perlu menunjukkan sikapnya selaku Mitra KNES, agar turut atensi dan mendorong pemerintah untuk dapat segera me restrukturisasi kepengurusan KNES, " Pangkas Sarma Silitonga. 

Untuk mendapatkan keterangan dari Ketua KNES, Muhamad Alwi Arifin, guna keberimbangan berita, dan memberikan kesempatan menanggapi atas laporan dan dugaan dirinya melakukan tindak pidana penggelapan, sebagaimana di sebutkan dalam Laporan ke Polda Riau melalui STPL: / B/55/I/2023/SPKT/POLDA RIAU, namun akun WA Ketua KNES, Muhamad Alwi Arifin di nomor: +62 812-6894-2xxx, saat di hubungi, hingga berita ini dimuat, tidak merespon. 

Berita ini oleh Dewan Pers menilai tidak sesuai kode etik jurnalistik. Dan Redaksi Aktualdetik.com telah melayani hak jawab pihak yang keberatan, sesuai dengan pasal 5 UU Pers. 

Tautan Berita Hak jawab

https://www.aktualdetik.com/berita/11298/hak-jawab-ketua-knes-atas-berita-sebelumnya.html

Sumber: Konferensi pers

Penulis: PS

Editor: Red

Kepada Seluruh Masyarakat di Tanah Air, Jika Ada Informasi, Dan Menemukan Kejadian/Peristiwa Penting, Atau Pelanggaran Hukum, Baik Oleh warga atau Pejabat Pemerintah/Lembaga/Penegak Hukum, Silahkan mengirimkan informasi, berupa Narasi/tulisan, Rekaman Video/Suara, ke No telepon/WA: 0853-6381-4752 - Email: Aktualdetik19@gmail.com.

Jangan Lupa Mengirim Indensitas Lengkap, Kami menjamin kerahasiaan Identitas Narasumber.

Komentar Via Facebook :